BATAM (HK) – Paguyuban Gonjong Limo Kota Batam mengelar Musyawarah Besar (Mubes) VI digelar di Golden View Hotel, Bengkong, Minggu (5/7/2026), dengan mengusung tema “Bersatu dalam Kebersamaan, Berkarya untuk Kemajuan Gonjong Limo dan Kota Batam. Ikhlas Berbuat, Gonjong Limo Hebat”.
Kegiatan yang dihadiri seluruh ketua DPC Gonjong Limo, Ikatan Keluarga (IKA) kenagarian se-Kota Batam, serta Bundo Limpapeh Gonjong Limo ini menjadi momentum penting dalam menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.
Ketua Panitia Mubes VI Gonjong Limo Batam, Ridha Ilahi, mengatakan hingga batas akhir pendaftaran tidak ada calon lain yang mendaftar sebagai ketua umum. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi petahana, Saiful Badri Sofyan, untuk kembali memimpin secara aklamasi.
“Sampai pada pembukaan Mubes ini, tidak ada calon lain yang muncul. Mudah-mudahan proses Mubes berjalan lancar dan kemungkinan besar akan berlangsung secara aklamasi,” ujar Ridha.
Ia menjelaskan, peserta yang memiliki hak suara berasal dari IKA kenagarian yang berada di Kota Batam.
“Kalau tidak salah, total ada sekitar 52 IKA yang memiliki hak suara dalam Mubes kali ini,” katanya.
Menurut Ridha, tema yang diangkat dalam Mubes VI mengandung pesan penting tentang persatuan dan kontribusi nyata masyarakat Gonjong Limo bagi daerah perantauan maupun kampung halaman.
“Maknanya jelas, kita harus bersama-sama mencintai Gonjong Limo dan juga mencintai Kota Batam. Dengan kebersamaan itu, kita bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat, khususnya warga Gonjong Limo yang ada di Batam,” jelasnya.
Ridha mengatakan jumlah warga Batam asal Gonjong Limo di Kota Batam cukup banyak, ada sekitar 30 ribu jiwa.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, estimasinya sekitar 30 ribu orang. Memang yang terdata belum sebanyak itu, tetapi secara riil jumlahnya kurang lebih demikian,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Mubes kali ini sengaja digelar secara internal tanpa mengundang unsur pemerintah daerah.
“Karena ini hanya agenda pemilihan ketua umum. Insya Allah pada pelantikan nanti, kami akan mengundang Pemerintah Kota Batam hingga Pemerintah Provinsi Kepri,” katanya.
Ridha berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa organisasi semakin solid dan berkembang.
“Mudah-mudahan dengan kepengurusan yang terpilih nanti, Gonjong Limo semakin kompak, lebih jaya, dan lebih sukses,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Gonjong Limo Kota Batam, Saiful Badri Sofyan menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya dibangun atas semangat pengabdian dan keikhlasan, sebagaimana motto yang selama ini diusung, yakni “Ikhlas Berbuat, Gonjong Limo Hebat”.
Menurutnya, keberadaan organisasi paguyuban seperti Gonjong Limo memiliki peran strategis dalam menjaga silaturahmi antargenerasi masyarakat perantauan asal Kabupaten Lima Puluh Kota di Kota Batam.
“Mungkin generasi kita masih lahir di kampung sehingga rasa rindu dan cinta terhadap kampung halaman masih sangat kuat. Tetapi anak-anak kita yang lahir di Batam, kalau tidak kita bangun silaturahmi ini, bagaimana mereka bisa mengenal asal-usul dan identitasnya,” ujar Saiful.
Ia menegaskan, Gonjong Limo tidak hanya berfungsi sebagai organisasi sosial, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau.
“Organisasi ini harus menjadi tempat kita mempertahankan dan mengembangkan adat budaya yang sangat kaya dengan nilai sosial dan pesan-pesan keagamaan. Karena itu, sejak awal kita membangun Gonjong Limo dengan motto ‘Ikhlas Berbuat, Gonjong Limo Hebat’,” katanya.
Saiful menilai, seluruh pengurus dan anggota harus memiliki kecintaan terhadap organisasi agar manfaat keberadaannya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Kalau kita ikhlas menjalankan organisasi ini, bukan hanya Gonjong Limo yang akan hebat, tetapi juga menjadi amal ibadah karena kita berniat memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi panitia pelaksana yang berhasil menyelenggarakan Mubes VI tanpa membebani anggota dengan penggalangan dana.
“Alhamdulillah, panitia bekerja luar biasa. Tanpa meminta sumbangan kepada warga, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang sangat kuat,” ujarnya.
Saiful mengingatkan bahwa menjadi pengurus organisasi sosial membutuhkan komitmen, pengorbanan waktu, tenaga, hingga perasaan.
“Tanyalah diri kita masing-masing, apakah siap mengorbankan waktu dan tenaga. Mengurus organisasi sosial memang tidak mudah, tetapi kalau dilakukan dengan cinta dan keikhlasan, hasilnya akan luar biasa,” tegasnya.
Ia juga berharap persatuan masyarakat asal Kabupaten Lima Puluh Kota di Kota Batam tetap terjaga dan tidak terpecah.
“Kita harus mempertahankan kebersamaan sebagai masyarakat Luak Limopuluah. Kita memiliki akar sejarah, adat, dan budaya yang sama. Itu harus terus kita jaga,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kota Batam, AKBP (Purn) H. Maryon, yang membuka Muber tersebut mengapresiasi pelaksanaan Mubes VI Gonjong Limo. Ia bahkan menyatakan dukungannya agar Saiful Badri kembali memimpin organisasi tersebut.
“Selama kepemimpinan beliau, banyak terobosan yang sudah dilakukan dan organisasi berkembang cukup baik. Karena itu, saya mendukung agar beliau kembali memimpin Gonjong Limo ke depan,” ujar Maryon.
Mubes VI Gonjong Limo Kota Batam diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat perantauan asal Kabupaten Lima Puluh Kota sekaligus memperkokoh kontribusi mereka terhadap pembangunan dan kehidupan sosial di Kota Batam.
Hingga berita ini ditayangkan, pelaksaan Muber ini masih berlangsung dan panita menargerkan hingga sore ini kegiatan selesai dan berjalan sesuai yang diharapkan. (dam)


