NATUNA (HK) – Kedeputian Geostrategis Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI menggelar courtesy call atau kunjungan dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna di Kantor Bupati Natuna, Selasa (14/7/2026)
Rombongan Kedeputian Geostrategis DPN RI terdiri dari Mayjen TNI Suwarno, M.Han, sebagai Ketua Tim dan Marsma TNI Dr. Agung Karyanto, Kolonel Inf. Dodi Zulkarnaen, Kolonel Laut (E) Yudo Purnomo dan Kolonel Inf. Defi Deflijun
Kolonel Adm. A.Hafifi
Sementara dari pihak Natuna hadir Bupati Natuna, Cen Sui Lan, Wakil Bupati Natuna, Jarmin, Sekda Natuna, Boy Wijanarko dan sejumlah OPD terkait.
Pada kesempatan itu Bupati Cen memaparkan banyak hal tentang Natuna, mulai dari profil, kondisi, potensi dan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi Natuna hingga hari ini.
Dalam pemaparannya yang cukup panjang itu, Bupati Cen secara spesifik menuturkan kondisi keuangan daerah yang disebutnya tengah dalam keadaan sangat sulit dan parah.
“Natuna tidak ada duit, Pak Jenderal, kami di Natuna tidak ada industri, kami juga tidak punya PAD yang mumpuni untuk diandalkan sebagai jalan pendapatan,” kata Bupati Cen menuturkan kondisi Natuna kepada Ketua Tim Kedeputian Geostrategis Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI, Mayjen TNI Suwarno dan rombongan.
Lebih jauh ia menuturkan penyebab Natuna mengalami problem fiskal yang sangat parah yaitu karena Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang menjadi hak Natuna sebagai daerah penghasil Migas tidak kunjung disalurkan oleh pemerintah pusat ke daerah.
“DBH Migas kami yang sangat besar menyumbang pendapatan negara itu tidak diturun-turunkan oleh pusat, Pak Jenderal. Kalau daerah yang punya PAD besar mungkin wajar kalau tidak disalurkan, tapi bagi kami di Natuna itu sangat menyakitkan,” tegasnya.
Karenanya menurut Bupati Cen, dana transfer pusat ke daerah itu lah yang merupakan satu-satunya sektor pendapatan yang dapat diandalkan untuk melanjutkan kegiatan pembangunan di daerah yang berada jauh diujung utara Indonesia itu.
Ketiadaan dana transfer itu disebutnya berdampak pada semua sektor mulai dari belanja pegawai hingga kegiatan – kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Makanya tunjangan pegawai saya potong 35 Persen, Pak Jenderal. Saya tidak mau muluk-muluk dengan tunjangan pegawai. Ini bapak-bapak pegawai ini rupanya saja yang ganteng, tapi dompetnya sudah payah, Pak Jenderal,” bebernya.
Ia juga menyebutkan dampak penundaan DBH itu berpengaruh besar pada kegiatan-kegiatan Pemkab Natuna yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Seperti kemarin kami mengirim anak-anak kami ikut musabaqah Tilawatil Qur’an di Tajungpinan dan ikut Popda Kepri di Karimun menggunakan kapal untuk pergi berlomba dan bertanding karena kami tak mampu menggunakan peswat. Itu pun kami telpon sana-telpon sini untuk minta agar jadwal kapal dapat disesuakan dengan keberangkatan dan kepulangan anak-anak kami” kenangnya.
Oleh karena itu Bupati Cen meminta dengan setulus hati agar persoalan keuangan Natuna ini dapat segera diintervensi oleh negara dengan cara secepatnya menyalurkan DBH Migas Natuna yang sudah tertunda hingga bertahun-tahun.
“Kami mohon bantu solusi, Pak Jenderal. Dan kami mohon disampaikan kondisi kami ini ke Pak Presiden agar Natuna dapat dibantu bergerak maju sebagaimana mestinya,” pintanya.
Menanggapi penyampaian Bupati Cen di atas, Ketua Tim Kedeputian Geostrategis DPN RI, Mayjen TNI Suwarno mengaku maklum dengan kondisi tidak baik yang sedang dialami Natuna.
“Menyimak paparan Bu Bupati tadi kami merasa tersentuh. Tapi meskipun terkait ekonomi maupun DBH Migas ini bukan bidang kami, tapi kami tetap mencatatnya sebagai laporan yang kami sampaikan kepada Ketua Harian DPN, Pak Menhan untuk diteruskan ke Ketua DPN RI dalam hal ini Bapak Presiden,” kata Mayjen Suwarno.
Di samping itu ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Natuna dan masyarakat agar rajin-rajin berdoa semoga cepat datang solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Karena kita meyakini bahwa Allah Maha Tahu, tapi Pak Presiden perlu dikasi tahu,” ujarnya.
Setelah acara dialog, acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari kedua belah pihak dan ditutup dengan foto bersama. (fat).


