SEMARANG (HK) – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melakukan kunjungan kerja ke Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Senin (26/7).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menjajaki peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui program pelatihan keterampilan di bidang industri tekstil dan alas kaki.
Setibanya di BIPTAK Semarang, Wali Kota Lis Darmansyah beserta rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, S.E., M.M., bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BIPTAK Jawa Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Kadisperindag Provinsi Jawa Tengah memaparkan berbagai program pelatihan yang diselenggarakan BIPTAK, di antaranya pelatihan pembuatan sepatu, penjahitan pakaian dan jersey, serta pengembangan berbagai produk tekstil lainnya.
Selain memberikan pelatihan keterampilan, BIPTAK juga berperan dalam menyiapkan serta menyalurkan peserta didik kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang telah diberikan selama masa pelatihan.
July Emmylia menjelaskan, BIPTAK dapat membuka kelas pelatihan dengan jumlah peserta minimal 30 orang untuk setiap sesi. Sejumlah pemerintah daerah di Jawa Tengah juga telah menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan industri dengan menggandeng mitra maupun perusahaan besar.
“Kami menerima kelas minimal 30 orang untuk satu sesi. Banyak dari pemerintah daerah di Jawa Tengah khususnya menginginkan paket pelatihan yang langsung bekerja sama dengan mitra atau pabrik besar, sehingga seluruh alumnus yang mengikuti pelatihan dapat langsung memperoleh pekerjaan,” ujar July.
Ia menambahkan, BIPTAK juga menerima pelaksanaan kelas khusus berdasarkan kebutuhan perusahaan. Dalam program tersebut, perusahaan dapat menyusun kurikulum sesuai dengan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan, sementara BIPTAK menyiapkan SDM melalui proses pelatihan yang didukung tenaga pengajar profesional.
“Kami juga menerima kelas khusus dari perusahaan-perusahaan untuk kebutuhan keahlian SDM tertentu,” tambahnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wali Kota Lis Darmansyah menyambut baik berbagai program yang telah dikembangkan BIPTAK Jawa Tengah. Menurutnya, pola pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dapat menjadi salah satu referensi dalam mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi serta peluang kerja yang lebih jelas.
Lis berharap, hasil pertemuan tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan kunjungan dan pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang terstruktur antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Saya berharap dari pertemuan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat kita follow up dengan perjanjian kerja sama government to government atau G to G terlebih dahulu, agar nanti bisa dikelola secara terstruktur dan jelas, lalu dapat dilanjutkan ke business to business,” ucap Lis.
Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat Kota Tanjungpinang untuk memperoleh pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri, sekaligus mendukung peningkatan kualitas dan daya saing SDM serta perluasan kesempatan kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Tanjungpinang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tanjungpinang, serta perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang. (eza)





