BATAM (HK) — Masyarakat Kepulauan Riau kini bisa menikmati pesta rakyat dengan cara berbeda. Cukup bertransaksi menggunakan QRIS senilai Rp1, berbagai wahana permainan dan aktivitas berhadiah dapat dinikmati dalam Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) 2026.
Mengusung tema “Pesta Rakyat Digital Kepulauan Riau”, kegiatan yang digelar di Harbour Bay Downtown, Batam, resmi dibuka, Jumat (24/7/2026).
Pembukaan CERNIVAL 2026 dilakukan Wakil Gubernur Kepri yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, S.E., M.M., bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Ardhienus.
Kegiatan yang berlangsung hingga 26 Juli 2026 ini memadukan edukasi keuangan digital, hiburan, kompetisi, pemberdayaan UMKM, pelayanan publik, hingga pengalaman langsung menggunakan QRIS.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P., mengatakan CERNIVAL 2026 dirancang sebagai ruang edukasi keuangan digital yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kami ingin literasi keuangan digital tidak hanya disampaikan dalam bentuk edukasi formal, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujar Rony.
Menurutnya, perkembangan penggunaan QRIS di Kepri menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS mencapai 99,44 juta transaksi atau tumbuh 193,05 persen secara tahunan.
Sementara itu, hingga akhir Mei 2026, volume transaksi QRIS telah mencapai 57,60 juta transaksi. Dari sisi nominal, transaksi QRIS sepanjang 2025 mencapai Rp11,55 triliun, sedangkan hingga Mei 2026 telah mencapai Rp6,74 triliun atau tumbuh 101,38 persen secara tahunan.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kepri semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Karena itu, kami terus mendorong agar digitalisasi sistem pembayaran tidak hanya berkembang dari sisi transaksi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Rony.
Salah satu daya tarik utama CERNIVAL 2026 adalah Pasar Malam Digital. Masyarakat dapat menikmati berbagai wahana permainan dan aktivitas berhadiah dengan melakukan transaksi QRIS senilai Rp1.
Konsep tersebut diharapkan membuat masyarakat semakin familiar dengan pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Selain itu, CERNIVAL 2026 juga memperkenalkan pengalaman QRIS Cross-Border. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Kepri dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan transaksi digital lintas negara.
Rony menyebut, kemudahan pembayaran menggunakan QRIS Cross-Border dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan mancanegara.
“Kepri memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan QRIS Cross-Border, wisatawan mancanegara dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan nyaman. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong ekonomi digital di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Sepanjang 2025, transaksi QRIS antarnegara yang dilakukan wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand di Kepri meningkat 511,54 persen secara tahunan. Total volume transaksinya mencapai 221.812 transaksi atau 3,77 persen dari total volume transaksi nasional.
CERNIVAL 2026 juga menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal. Bazar kuliner menghadirkan produk pelaku usaha lokal, UMKM binaan BI, serta merchant binaan perbankan. Seluruh transaksi dalam bazar tersebut dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS.
Tak hanya soal transaksi digital, acara ini turut menghadirkan berbagai kompetisi dan hiburan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Di antaranya kompetisi Pramuka, e-sport, band, fashion show, dance, hingga fitness.
Sinergi juga dilakukan bersama Bapenda Kota Batam, Samsat Keliling, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Masyarakat dapat mengakses layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan serta pajak kendaraan bermotor secara nontunai, sekaligus memperoleh edukasi mengenai literasi keuangan dan pelindungan konsumen.
Bank Indonesia juga menghadirkan Ruang Edukasi yang memberikan informasi mengenai QRIS dan uang Rupiah.
Melalui CERNIVAL 2026, BI Kepri berharap digitalisasi sistem pembayaran semakin diterima dan digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan dipercaya masyarakat. Pada akhirnya, digitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya. (dam)





