TANJUNGPINANG (HK) – Upaya membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan global terus diperkuat melalui edukasi lintas sektor.
Sebanyak 30 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang mengikuti Talk Show “Smart Traveler: Bekal Wajib Anak Muda Sebelum ke Luar Negeri” yang diselenggarakan oleh LPP RRI Tanjungpinang, Rabu (15/7), di Ruang Integrasi RRI Tanjungpinang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RRI dalam meningkatkan literasi generasi muda mengenai perjalanan internasional yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
Talk show tersebut menghadirkan pembahasan mengenai berbagai aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, mulai dari kelengkapan dokumen perjalanan, pemahaman budaya negara tujuan, keamanan selama bepergian, etika pergaulan internasional, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung mobilitas global.
Kegiatan ini merupakan implementasi visi RRI periode 2026–2029 sebagai media yang berdampak dan memberikan inspirasi, khususnya dalam mendorong peningkatan kapasitas generasi muda agar lebih siap memanfaatkan peluang pendidikan, pertukaran pelajar, magang internasional, hingga karier di tingkat global.
Kepala LPP RRI Tanjungpinang, Ir. Sulistiyanto Istifarulah, MM, mengatakan bahwa generasi muda perlu memiliki bekal pengetahuan yang memadai sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, menjadi smart traveler tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merencanakan perjalanan, tetapi juga mencerminkan kesiapan dalam menghargai budaya, memahami aturan negara tujuan, serta menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.
> “Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan literasi mahasiswa mengenai pentingnya persiapan perjalanan internasional. Anak muda Indonesia harus menjadi smart traveler yang tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menjadi representasi positif bangsa ketika berada di luar negeri,” ujarnya.
Partisipasi mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa. Di tengah meningkatnya peluang mobilitas global, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi lintas budaya (cross-cultural competence), kemampuan komunikasi internasional, serta daya saing global.
Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang Dr. Ranti Utami menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan RRI Tanjungpinang dalam menghadirkan ruang pembelajaran di luar kelas yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
> “Kami mengapresiasi inisiatif RRI Tanjungpinang yang menghadirkan kegiatan edukatif seperti ini. Pengalaman belajar tidak hanya diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga melalui interaksi dengan praktisi dan berbagai pihak yang memberikan wawasan baru. Bekal seperti ini akan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkiprah di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti sesi diskusi interaktif dengan antusias. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai peluang studi di luar negeri, program pertukaran mahasiswa, keamanan perjalanan, hingga strategi membangun jejaring internasional. Suasana diskusi yang komunikatif menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk memperluas pengalaman dan kompetensi global.
Salah seorang peserta Hairul Tasmigunawan mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.
> “Selama ini kami lebih banyak mengetahui tentang perjalanan luar negeri melalui media sosial. Setelah mengikuti talk show ini, kami memahami bahwa persiapan yang matang, pemahaman budaya, dan kepatuhan terhadap aturan negara tujuan merupakan hal yang sangat penting. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memiliki cita-cita belajar atau bekerja di luar negeri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, RRI Tanjungpinang bersama STIE Pembangunan Tanjungpinang berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki literasi global, karakter yang kuat, serta kesiapan menghadapi berbagai peluang di era internasional. Kolaborasi antara media publik dan institusi pendidikan juga diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia Indonesia yang adaptif, kompetitif, dan mampu berkontribusi di tingkat dunia.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber, jajaran RRI Tanjungpinang, dosen pendamping, dan mahasiswa peserta sebagai simbol sinergi dalam membangun generasi muda Indonesia yang berwawasan global. (eza)





