JAKARTA (HK) – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA), ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Tim Penyidik Polda Metrojaya dan Mabes Polri bersama seorang Don Ritto (DR) selaku pihak swasta.
Sebagaimana video beredar diberbagai media sosial nasional, penetapan eks Jampidsus Kejagung tersebut sebagai tersangka dugaan korupsi dibenarkan Plt Jampidsus Rudi Margono di Gedung Utama Kejagung RI, Jakarta Selatan sebagaimana video beredar diberbagai media nasional, Sabtu (11/07/2026).
Margono mengatakan pihaknya juga masih menunggu berkas perkara secara lengkap dari Kortas Tipikor Polri. Dari sana, kata dia, akan dilakukan gelar perkara secara bersama.
“Nanti berkas-berkasnya hari ini kan menyusul, sama berita acaranya. Baru kita ekspose bersama dengan tim Kortas Tipikor,” kata Rudi mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau ini.
Penetapan Febrie sebagai tersangka diumumkan hari ini dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Utama Kejagung RI. Febrie ditetapkan tersangka bersama Don Ritto selaku pihak swasta.
“Saudara DR yang telah melakukan tindak pidana pencucian uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Kemudian kita juga telah menetapkan Saudara FA dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri oleh oknum Penyelenggara Negara,” jelas Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto.
Dua tersangka ini dikenai pasal berbeda. Don Ritto diduga melakukan tindak pencucian uang yang diduga dari tindak pidana korupsi. DR disangkakan Pasal 4 dan/atau Pasal 5 juncto Pasal 10 UU 8/2010 atau Pasal 607 ayat 1 huruf b dan c KUHP baru.
Sedangkan Febrie disangkakan dengan Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 huruf E Tipikor, dan Pasal 3 dan 4 TPPU, atau sangkaan KUHP adalah Pasal 607 yang ayat 1 huruf a dan huruf b.
Perkara ini diketahui dilimpahkan Kortas Tipikor Polri ke Kejagung. Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel. Polisi sudah menggeledah money changer dan Cafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), hingga sebuah rumah di kawasan Sentul Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Komisi III DPR juga membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengawasi penanganan kasus ini. Kasus yang menyeret Febrie HbAdriansyah ini menjadi atensi bagi Komisi III DPR.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo.(red)





