NATUNA (HK) – Sejumlah warga di Natuna mulai was-was dengan kenaikan harga beras dan sejumlah barang lainnya di pasaran. Kondisi ini mulai terjadi sejak beberapa hari belakangan ini.
Khusus untuk beras, tingkat kenaikan harga beras beranekaragam beraneka ragam, tergantung jenis berasnya.
“Naiknya mulai habis lebaran lah, harganya beda-beda. Ada yang naik seribu, dua ribu dah bahkan ada juga yang tiga ribu. Tergantung merek berasnya,” kata Bukhari, warga Ranai di Jalan Soekarno-Hatta Ranai, Rabu (8/4/2026), kemarin.
Bahkan dikatakannya, tidak hanya harga beras yang mengalami kenaikan, akan tetapi sejumlah barang lainnya juga turut mengalami kenaikan harga.
“Saya kemarin beli cat juga naik harganya Rp. 10 ribu. Kemungkinan barang-barang lainnya juga naik,” tambahnya.
Bukhari menilai, alasan harga beras yang mengemuka di pasaran merupakan alasan yang konyol dan tidak masuk akal.
“Katanya karena harga plastik naik, maka harga beras juga naik. Itu bagi kami tak masuk akal alasan seperti itu,” tandasnya.
Hal yang sama juga diakui Lim, warga lainnya. Ia mengaku khawatir dengan kondisi tersebut karena di lain sisi sektor pendapatan masyarakat sedang parah.
“Ya betul bang, memang parah. Penghasilan kita masyarakat kayak gini, terus harga-harga naik pula lagi. Payah kita,” timpal Lim.
Ia berharap kenaikan ini tidak semakin melebar dan tak menjadi-jadi supaya kehidupan masyarakat tidak terlalu rumit dengan keadaan yang terjadi.
“Tapi mudah-mudahan pemerintah kita dan stake holder terkait dapat menstabilkannya agar hidup kita tidak semakin sulit,” pungkasnya. (fat).

