TANJUNGPINANG (HK) – Menindaklanjuti mahalnya harga minyak goreng, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad memerintahkan OPD terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Pemerintah kabupaten/kota, melakukan operasi pasar.
Hal tersebut guna menyikapi harga minyak gorang yang mengalami kenaikan cukup signifikan akhir-akhir ini. Maka, Pemprov Kepri menggelontorkan sebanyak
“Kita akan segera lakukan operasi pasar guna mengetahui kondisi pasar serta mencari upaya bagaimana cara menstabilkan harga minyak goreng di pasaran,” ujar Ansar.
Ansar juga meminta dinas terkait untuk terus memantau perkembangan persoalan tingginya harga minyak goreng tersebut ke lapangan.
“Operasi pasar ini perlu dilakukan segera mengingat harga minyak gorang yang sudah naik beberapa waktu belakangan ini, dan belum juga mengalami penurunan,” ujar Gubernur Ansar, Selasa (11/1) kemarin
Gubernur Ansar ingin Disperindag segera mengidentifikasi penyebab kenapa harga minyak goreng tak kunjung turun setelah mengalami kenaikan sejak beberapa waktu belakangan ini.
“Intinya cepat bertindak, jangan biarkan masyarakat resah akibat ini. Setidaknya kita sudah tau apa persoalannya ketika masyarakat ingin mengetahui,” pinta Gubernur.
Gubernur meminta Agar Operasi Pasar ini dilakukan disetiap kabupaten dan kota. Adapun menyangkut stok yang dibutuhkan, pihak Disperindag diminta agar berkoordinasi dengan pihak produsen.
Menindaklanjuti arahan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Aris Fhariandi telah mengambil langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan oprasi pasar di Provinsi Kepri.
Bahkan oprasi pasar khusus minyak goreng ini dilakukan, Rabu (12/1) bekerjasama dengan PT. Sinergy Oil Nusantara (SON) selaku produsen minyak goreng yang ada di Kepri, berkedudukan di Batam.
Menurut Aries, kegiatan ini merupakan dukungan terhadap progam pemerintah pusat terkait penyediaan minyak goreng 11 juta liter kemasan sederhana melalui produsen minyak goreng yang telah di tunjuk pemerintah.
“Operasi pasar khusus minyak goreng akan dilaksanakan di beberapa daerah oleh dinas yang membidangi urusan perdagangan. Dimulai dari kota Batam, sesuai dengan stok yang tersedia dari produsen, pada tanggal 12-13 Januari 2022 dilakukan di 2 Lokasi. Yaitu Pasar TPID 2 Dreamland dan Pasar TPID 3 di Tanjungpiayu Kota Batam dengan kuota sebanyak 24 ribu liter atau 2000 karton,” kata Aries.
Dijelaskan Aries lagi bahwa minyak goreng yang dijual dalam Kemasan bantal dengan harga 1 Liter Rp14.000,- ditingkat konsumen, dengan Merk Son Gold, Maha dan Hayat. (efr)