LINGGA (HK)- Tokoh masyarakat Kabupaten Lingga, Jenaan desak Bupati Lingga, Muhammad Nizar untuk menjelaskan progres masuknya investasi PT Tiansan Alumina Indonesia (TAI) kepada masyarakat.
Saat ini ia menilai belum ada kejelasan resmi dari pemerintah daerah terkait investasi yang digadangenjadi salah satu upaya menjawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negeri yang berjuluk Bunda Tanah Melayu ini.
“Selama ini belum ada pernyataan dari Bupati Lingga sebagai pimpinan daerah atas investasi PT Tiansan. Masyarakat ingin mendengar langsung apa hasil pertemuan bersama pihak perusahaan, Pemkab Lingga dan Kemenhan dan tindak lanjut yang dilakukan agar investasi tersebut dapat direalisasikan,” kata Jenaan saat pertemuan yang digelar Aliansi Masyarakat Kabupaten Lingga dengan camat dan tokoh masyarakat di Dabo Singkep, Sabtu (25/7/2026).
Dikatakan, selama Pemkab Lingga sepertinya hanya mengandalkan keberadaan aliansi masyarakat Kabupaten Lingga untuk menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi hingga investasi tersebut belum dapat direalisasikan. Pemkab Lingga sebagai penguasa wilayah berkewajiban memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“Jangan Aliansi yang terus bekerja seolah ada kepentingan dari aliansi. Masyarakat berhak tau apa yang terjadi sebenarnya. Apakah saat ini masih perlu diperjuangkan atau tingga menyambut masuknya investasi tersebut. Apa yang menjadi kendala hingga saat ini,” tegasnya.
Ia meminta kepada Aliansi sebagai penggagas pertemuan untuk menyampaikan kepada Pemkab Lingga untuk mengelar pertemuan antara PT Tiansan, TNI, pemerintah daerah dan aliansi untuk memaparkan progres sebenarnya investasi hingga investasi dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.
“Saya yakin seluruh masyarakat mendukung penuh masuknya investasi PT Tiansan ke Kabupaten Lingga. Saat rapat Akbar di Gedung Nasional Desember 2025 lalu telah disampaikan apa keinginan masyarakat untuk investasi ini. Jangan berbalik lagi,” imbuhnya seraya memberikan apresiasi kepada aliasin masyarakat Lingga yang selama ini telah memperjuangkan masuknya investasi ini.
Dalam pertemuan yang dihadiri camat Singkep, Singkep Barat Singkep Selatan, Singkep Pesisir, kepala desa dan beberapa tokoh masyarakat di Pulau Singkep ini dihasilkan beberapa point yang akan dilakukan aliansi untuk mendukung masuknya PT Tiansan di Kabupaten Lingga.
Diantaranya, akan dibentuknya tim pembebasan lahan agar pembayaran lahan yang nantinya dibutuhkan PT Tiansan dapat dilakukan secara transparan kepada masyarakat memiliki lahan. Akan meminta kepastian dari perusahaan agar penyerapan tenaga kerja diutamakan dari putra-putri daerah. Kemudian menyurati Pemkab Lingga untuk mengelar pertemuan antara TNI, PT Tiansan dan Aliansi sebagai masyarakat untuk mengelar pertemuan.
Diakhir pertemuan kepada media, koordinator Aliansi Masyarakat Kabupaten Lingga, Armanto Arsyad, mengatakan, pihaknya optimis akan masuknya investasi PT Tiansan di Kabupaten Lingga. Dalam waktu dekat pihak perusahaan akan melakukan landclearing lahan sebagai awal dimulainya kegiatan perusahaan.
“Informasi yang kamu peroleh dari PT Tiansan dalam waktu dekat akan dimulai land clearing lahan. Ini makanya saat ini mengelar pertemuan dengan tokoh dan pemangku kepentingan agar nantinya dapat bersama-sama mengawasi investasi yang akan masuk. Dari persoalan ganti rugi lahan, penyerapan tenaga kerja dan persoalan lainnya yang dapat menghambat masuknya investasi yang telah lama di tunggu masyarakat,” terangnya didampingi penasehat dan sekertaris aliansi.
Untuk diketahui, Investasi PT Tiansan di Kabupaten Lingga adalah pembangunan smelter bauksit telah mengalami stagnasi selama kurang lebih tiga tahun dan hingga kini belum juga beroperasi. Mandeknya proyek ini disebabkan oleh sejumlah kendala teknis yang masih memerlukan pembahasan lanjutan lintas instansi.
Salah satu kendala utama adalah lokasi PT Tianshan Alumina Indonesia yang bersebelahan langsung dengan kawasan latihan tempur, sehingga membutuhkan koordinasi intensif, termasuk dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (tir)





