BATAM (HK) – Duka menyelimuti keluarga Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas. Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, balita berusia 3 tahun yang hanyut terseret arus drainase di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, akhirnya ditemukan pada Rabu (24/6/2026) pagi.
Sayangnya, harapan keluarga agar Ibas ditemukan dalam keadaan selamat tidak terwujud. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di pesisir ujung Pelabuhan Pak Fendi, Tanjung Sengkuang, sekitar 1,9 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan terjatuh dan terseret arus.
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB oleh seorang warga yang baru kembali dari memancing di perairan sekitar Tanjung Sengkuang. Saat melintas di bibir pantai, warga tersebut melihat sesosok tubuh anak kecil terdampar dan segera melaporkan temuannya kepada pihak berwenang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Menurut Fazzli, operasi pencarian pada hari ketiga dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua regu. Regu pertama menyisir sepanjang aliran drainase di kawasan permukiman Tanjung Sengkuang, sementara regu kedua melakukan penyisiran dari muara drainase hingga pesisir Tanjung Buntung serta kawasan mangrove di perairan Sengkuang.
“Regu pertama menyisir sepanjang aliran drainase di kawasan perumahan Tanjung Sengkuang, sedangkan regu kedua melakukan penyisiran dari area muara drainase hingga pesisir Tanjung Buntung dan kawasan mangrove perairan Sengkuang,” ujarnya.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Ibas terjadi pada Senin (22/6/2026) pagi. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah Tanjung Sengkuang dan menyebabkan debit air di saluran drainase meningkat drastis.
Korban yang sedang bermain di depan rumah diduga terpeleset hingga terjatuh ke dalam drainase. Arus yang deras kemudian menyeret tubuh balita tersebut masuk ke gorong-gorong dan terbawa hingga ke hilir.
Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dengan mengerahkan sejumlah personel, perahu karet, alat pendeteksi bawah air, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. (dam)




