BINTAN (HK) – Kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan ibu-ibu Posyandu bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan kreatif di kawasan Pantai Saudare Kite, Desa Malang Rapat, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tutup botol plastik yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah dimanfaatkan kembali menjadi gantungan kunci kreatif. Melalui proses sederhana dan penuh kreativitas, bahan yang sebelumnya berakhir sebagai sampah diolah menjadi benda yang memiliki nilai guna sekaligus nilai kenangan.
Perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah plastik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Tutup botol yang biasanya dibuang ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik dan bernilai guna,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Ibu-ibu Posyandu dan mahasiswa KKN saling bertukar gagasan, menentukan bentuk dan desain, serta bekerja bersama dalam proses pembuatan gantungan kunci. Interaksi tersebut menjadikan kegiatan tidak hanya sebagai aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan pemberdayaan masyarakat.
Salah seorang perwakilan Posyandu menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pemanfaatan limbah memberikan pengalaman baru sekaligus membuka perspektif bahwa barang yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Kegiatan ini menyenangkan karena kami bisa belajar membuat sesuatu dari bahan yang sederhana. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga mengajarkan bahwa sampah bisa dimanfaatkan kembali jika kita memiliki kreativitas,” ujarnya.
Pemilihan Pantai Saudare Kite sebagai lokasi kegiatan turut memberikan pesan ekologis yang kuat. Kawasan pesisir merupakan ruang hidup yang memiliki nilai ekologis sekaligus sosial bagi masyarakat sehingga keberadaannya perlu dijaga secara bersama-sama.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghubungkan kreativitas masyarakat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan kembali tutup botol menjadi salah satu bentuk sederhana dari penerapan prinsip reuse, sekaligus menjadi langkah edukatif untuk mengurangi limbah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan pesisir.
Bagi mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya diharapkan memberikan manfaat melalui program kerja, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menemukan potensi dan solusi dari persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
Sementara bagi ibu-ibu Posyandu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat interaksi sosial, serta menghasilkan karya yang dapat menjadi kenang-kenangan dari sebuah proses kebersamaan.
Lebih dari sekadar gantungan kunci, karya tersebut merepresentasikan pesan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Sebuah tutup botol yang diselamatkan dari tempat sampah dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa setiap benda memiliki potensi untuk digunakan kembali.
Kegiatan di Pantai Saudare Kite akhirnya meninggalkan pesan sederhana: ketika kreativitas bertemu kepedulian, sesuatu yang terbuang dapat menemukan kehidupan keduanya. Dari tutup botol lahir karya, dari kebersamaan tumbuh kesadaran, dan dari langkah kecil terbuka harapan untuk menjaga lingkungan pesisir secara berkelanjutan. (r/eza)





