BINTAN (HK) – Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menghadiri kegiatan Dzikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung semangat persatuan, kerukunan, dan penguatan nilai-nilai spiritual kebangsaan.
Dzikir dan Doa Kebangsaan tahun ini berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 100.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Hadir bersama sejumlah pimpinan lembaga negara, serta aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan instansi pemerintah.
Selain unsur pemerintahan, kegiatan tersebut juga dihadiri masyarakat lintas agama, lintas daerah, dan lintas usia. Ribuan jamaah datang dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mengikuti rangkaian dzikir, selawat, dan doa kebangsaan. Kalangan akademisi turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, pelajar, hingga santri dari berbagai pesantren hadir dalam agenda nasional tersebut.
Kehadiran Ketua STAIN Kepri menjadi bagian dari partisipasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam mendukung program penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Suasana khidmat semakin terasa saat para jamaah bersama-sama melantunkan selawat dan doa untuk bangsa Indonesia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa kebangsaan yang dipimpin secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kehadiran enam tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol persatuan dan harmoni dalam keberagaman yang selama ini menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persatuan nasional, mempererat persaudaraan, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di masa depan.
Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M. Ag menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan penuh khidmat menjadi ruang bersama untuk memperkuat rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus mempererat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan yang panjang dan harus terus dijaga bersama. Doa dan ikhtiar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan bangsa. Karena itu, momentum seperti ini penting untuk memperkuat kebersamaan serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang dibangun melalui Dzikir dan Doa Kebangsaan sejalan dengan semangat yang terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, yakni moderasi beragama, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan karakter kebangsaan bagi generasi muda.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, pesan-pesan persatuan dan kebersamaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menjadi penting untuk terus diinternalisasikan dalam kehidupan kampus.
Dzikir dan Doa Kebangsaan menjadi salah satu agenda nasional Kementerian Agama dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memperkuat spiritualitas, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. (eza)





