BATAM

Jangan Hakimi Masa Lalu Mereka, Temani Hijrahnya dengan Sebungkus Nasi Hanya Rp20.000 Hapus Tatonya

Sejumlah pengurus PWI Kepri dan
BHB Batam mengajak masyarakat membantu menyediakan konsumsi untuk kegiatan hapus tato, bekam, dan ruqyah gratis pada 22 November 2026 di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batam Centre.

BATAM (HK) — Sebungkus nasi seharga Rp20.000 bisa menjadi cara sederhana untuk menemani saudara kita yang sedang berusaha memperbaiki diri.

Melalui gerakan “Patungan Kebaikan”, Berani Hijrah Baik (BHB) Batam dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri mengajak masyarakat membantu menyediakan konsumsi untuk kegiatan hapus tato, bekam, dan ruqyah gratis.

Ditresnarkoba Polda Kepri Amankan 2 Pria Bersama 429 Cartridge Pod Diduga Mengandung Etomidate di Batu Ampar Batam

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batam Centre. BHB Batam menargetkan terkumpul 50 bungkus nasi bagi peserta dan relawan, dengan total kebutuhan dana Rp1 juta.

Penggerak BHB Batam, Arief Tirta, mengajak masyarakat mengambil bagian sesuai kemampuan. Tidak perlu menunggu memiliki rezeki berlebih. Menyumbang satu bungkus nasi pun menjadi dukungan berarti bagi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Arief, gerakan ini berangkat dari keinginan untuk mendampingi orang-orang yang sedang menata kembali kehidupannya. Ada yang ingin menghapus tato, mengikuti bekam, ataupun mendapatkan pendampingan ruqyah. Mereka ingin disambut dengan kepedulian, tanpa dihakimi masa lalunya.

Di balik pelayanan gratis itu, ada kebutuhan konsumsi yang juga perlu dipenuhi. Peserta membutuhkan makanan di sela kegiatan, begitu pula para relawan yang mencurahkan waktu dan tenaga untuk melayani.

“Kita mungkin tidak memegang laser, tidak melakukan bekam, dan tidak memimpin ruqyah. Tetapi kita tetap bisa mengambil bagian melalui sepiring rezeki yang kita sisihkan,” demikian ajakan Arief.

429 Cartridge Pod Mengandung Etomidate Disita, Polisi Telusuri Pasokan dari Malaysia

Patungan dibuka dengan jumlah sumbangan sesuai kemampuan masing-masing. Masyarakat dapat ikut menyediakan satu bungkus, beberapa bungkus, atau membantu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi.

“BHB tidak dibangun untuk mencari siapa yang paling mampu, melainkan untuk mengumpulkan hati-hati yang mau peduli. Kita bergerak bersama, sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Arief.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari PWI Kepri. Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, mengajak masyarakat, termasuk para wartawan di bawah naungan PWI, untuk membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Dukungan dapat diberikan melalui sumbangan konsumsi maupun dengan menyebarkan informasi agar kegiatan ini menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.

“Kami mengajak masyarakat, termasuk rekan-rekan wartawan di bawah naungan PWI Kepri, ikut mendukung kegiatan ini. Sebungkus nasi yang kita sumbangkan bisa membantu peserta dan relawan menjalani kegiatan,” kata Saibansah Dardani.

Aturan Hak Keuangan DPRD Batam Direvisi, Sinkronisasi Regulasi Diperketat

Ia juga mengajak wartawan yang ingin menghapus tato untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Bagi rekan-rekan wartawan yang memiliki tato dan ingin menghapusnya, silakan ikut. Mari kita saling mendukung dan memberi semangat kepada siapa pun yang ingin mengambil langkah baik,” ujar Cak Iban, panggilan akrab Saibansah.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam patungan konsumsi, donasi dapat ditransfer melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), nomor rekening 7277808708 atas nama Berani Hijrah Baik Batam.(nel)