KESEHATAN LINGGA

RSUD Dabo Dituding “Bodohi” Pasien, Alihkan Rujukan BPJS ke Rawatan Umum, Bukti Buruknya Pelayanan Kesehatan di Lingga

Foto : RSUD Dabo- Bagian Resi pembayaran pasien RSUD Dabo. Tidak merincikan biaya rawatan dan obat yang diberikan kepada pasien///

Menolong dengan Hati! Polsek Siantan Bantu Proses Evakuasi Seorang Pasien Rujukan Diberangkatkan dari Anambas ke Batam Menggunakan Feri Penumpang VOC

LINGGA (HK)- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep dituding membodohi masyarakat. Pembodohan ini dilakukan dengan mengalihkan pasien rujukan BPJS ke rawatan umum dengan alasan dokter spesialis anak rumah sakit sedang cuti hingga perawatan rujukan BPJS tidak dapat dilakukan. Selanjutnya, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan rumah sakit dialihkan ke rawatan pasien umum.

“Saat itu kami membawa anak ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Anak saya mengalami pendapatan di bibir hingga sikit untuk makan. Oleh perawat yang bertugas kami disarankan untukengambil perawatan umum dengan lasan dokter anak rumah sakit sedang cuti,” kata Samsul Bahri kepada media ini, Rabu (4/11/2026).

Karena dalam kondisi panik melihat anak, Samsul tidak berfikir panjang hingga meminta pihak rumah sakit untuk melakukan perawatan kepada anaknya dengan ratawan umum, meski anaknya memiliki fasilitas BPJS. “Setelah tiga hari dirawat karena terkena DBD, saya terkejut, ketika melihat tagihan sebesar Rp 1.6 juta,” ucapnya.

Dikatakan, dengan kondisi sepertinya ini membuktikan buruknya layanan kesehatan yang dilakukan RSUD Dabo Singkep, jika masyarakat tidak mampu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang mengharapkan fasilitas kesehatan BPJS tentunya akan tidak dilayani pihak RSUD Dabo.

“Untung saya masih mampu bayar meski dengan mencari pinjaman, bagaimana kalau masyarakat yang tidak mampu membayar,” tanyanya.

Aktivis Mahasiswa Kepri Soroti Kebijakan “Konyol” Pencabutan Bansos di Lingga

Ia juga sempat mondar-mandir membawa anaknya dari rumah sakit ke praktek dokter anak yang ada di Dabo Singkep. Alasan tidak memiliki laboratorium pemeriksaan menyebabkan hal ini terjadi.

“Perawat RSUD mengatakan tidak dapat melakukan pemeriksaan lanjutan karena tidak memiliki laboratorium. Kami disarankan membawa anak ke praktek swasta, namun di dokter swasta yang dimaksud juga tidak memiliki laboratorium hingga kami kembali membawa anak ke rumah sakit,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, sebelum dirawat, sebelumnya untuk mendapatkan informasi kesehatan anaknya, ia juga membayar untuk hasil pemeriksaan darah karena RSUD tidak memiliki laboratorium. “Untuk mengetahui hasil pemeriksaan darah kami juga harus membayar, karena rumah sakit tidak memiliki laboratorium pemeriksaan darah,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Direktur RSUD Dabo, Dr Roni mengatakan, akan menelusuri informasi yang diberikan media ini. Umumnya, tidak ada perbedaan antara pasien umum dan rujukan BPJS di RSUD Dabo. Ia meminta media ini untuk mengirimkan data pasien untuk segera ditelusuri bagaiman kondisi yang sebenarnya

“Saya belum mengetahui bagaimana sebenarnya, namun akan saya tanyakan ke staf yang bertugas. Tidak ada perbedaan antara pasien umum dan rujukan BPJS,” imbuhnya kata dr Roni ketika dipertanyakan apakah ada perbedaan pelayanan dokter antara pasien umum dan rujukan BPJS. (tir)

Janji “Merata” Ansar-Nyangnyang Hanyalah Fatamorgana, Lingga Dianaktirikan di Tengah Megahnya Batam! *OPINI*: