NASIONAL

Momen Langka di Laut Lemukutan Kalbar,  KRI John Lie-358 dan Kapal Raksasa Jepang JS Kunisaki-4003 Bermanuver Bareng

Dua kapal perang beda negara berlayar berdampingan, saling bertukar salam di tengah samudra di perairan barat Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat, Selasa (6/10/2026).

KALBAR (HK) – Pemandangan langka tersaji di perairan barat Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat, Selasa (6/10/2026). Dua kapal perang beda negara berlayar berdampingan, saling bertukar salam di tengah samudra.

Adalah KRI John Lie-358 milik TNI AL dari Satuan Korvet Koarmada I yang melaksanakan Pengawalan dan Passing Exercise (Passex) dengan kapal perang Jepang, JS Kunisaki-4003.

47 Perwira Menengah Koarmada I Naik Pangkat

Aksi ini digelar dalam Operasi Rakata Jaya-26. Misinya ganda: mengamankan pelayaran JS Kunisaki-4003 yang melintas di wilayah yurisdiksi Indonesia, sekaligus menguji kekompakan antara TNI Angkatan Laut dan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF).

*Bukan Sekadar Lewat, Tapi Adu Presisi*

Passex kali ini bukan formalitas. Sejumlah manuver tempur dilakoni:

Dimulai dengan *Tacman (Tactical Maneuver)*, di mana KRI John Lie-358 yang ramping dan lincah bermanuver membentuk formasi rapat dengan JS Kunisaki-4003 yang berbadan besar.

Dilanjutkan dengan *Farewell Pass*, tradisi kehormatan tertinggi di laut saat dua kapal perang berpisah, serta *CO Message Exchange*, pertukaran pesan langsung antar komandan kapal sebagai simbol persahabatan dua bangsa.

Upacara HUT ke-81 TNI di Kepri Digelar di Tugu Sirih Tanjungpinang, Panglima TNI Tekankan Budaya PRIMA

Setelah itu, KRI John Lie-358 melakukan *Breakaway* dan melanjutkan operasi *Shadowing* mengawal dari belakang sebelum akhirnya kembali ke pangkalan Tanjung Uban.

“Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali,” demikian keterangan Koarmada I.

Di balik manuver tersebut, ada pesan yang lebih besar. KRI John Lie-358 yang dinamai dari pahlawan nasional asal Kepri ini membuktikan kesiapan tempurnya, sementara TNI AL menunjukkan kelasnya dalam diplomasi maritim.

Di tengah dinamika Laut Natuna dan kawasan, sinergi Indonesia – Jepang ini menjadi sinyal bahwa stabilitas kawasan dijaga bersama, tidak sendirian.(r/nel)

Irjen Pol Suhendri Resmi Jabat Kapolda Kepri, Komjen Pol Asep Safrudin Dipromosi Jadi Kabareskrim Polri