TANJUNGPINANG (HK) – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli, LSM ALIM bersama SDN 013 Tanjungpinang Barat melaksanakan Aksi Bersih-bersih dan Edukasi Mangrove di Laboratorium Mangrove Alami SMPN 10 Tanjungpinang di Tanjung Unggat, Senin (27/07/2026)
“Kami selalu memulai Gerakan Peduli Lingkungan Hidup termasuk Konservasi Mangrove dari kalangan generasi muda, khususnya peserta didik. Kami berpandangan, Pengendalian Perubahan Iklim harus dimulai dari perubahan pola pikir dan perilaku,”kata
Ketua LSM ALIM Kepri, Kherjuli disela kegiatan.
Menurutnya, jika generasi tua sudah tak mau lagi peduli dengan ekosistem Mangrove, maka ditangan merekalah kita menggantungkan sejuta harapan.
“Hal ini agar suatu hari nanti mereka bisa menjadi pemimpin dan pihak-pihak yang selalu berkontribusi terhadap perlindungan dan pelestarian Mangrove. Bukan menjadi bagian yang merusak,*ungkap Kherjuli.
Dikatakan, saat ini, keberadaan Mangrove di kawasan pesisir khususnya semakin kian terancam. Bukan saja karena penebangan liar, perambahan kawasan, penimbunan dan reklamasi, alih fungsi lahan, tetapi juga pencemaran atau polusi plastik.
“Hal yang kerapkali dilupakan yaitu karena minimnya pengetahuan tentang Mangrove dikalangan generasi muda dan warga sekolah,”ujarnya.
Dipaparkan, keberadaan Mangrove memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dimana, satu hektar Mangrove mampu menyerap Karbon dalam jumlah yang besar sekali. Yaitu setara dengan 7 hingga 8 hektar Vegetasi darat.
“Maka kalau kita biarkan 1 hektar Mangrove ini rusak, itu sama dengan 7 hingga 8 hektar hutan yang rusak”.
Diterangkan, bahwa Aksi Bersih-bersih dan Edukasi Mangrove ini memiliki tujuan untuk mengurangi pencemaran atau polusi plastik pada ekosistem Mangrove.
“Keberadaan sampah plastik dapat mengganggu pertumbuhan Mangrove dan biota pesisir seperti udang, kerang, belangkas dan lannya,”paparnya.
Ditempat yang sama, Kapala Sekolah Dasar Negeri 013 Tanjungpinang Barat, Laili Hidayati, S.Pd.SD menuturkan, selain kegiatan aksi-aksi bersih Mangrove, Guru dan murid-murid mendapatkan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati ekosistem Mangrove di Tanjung Unggat.
“Ternyata, ditemukan banyak jenis Mangrove di Tanjung Unggat ini. Ada 14 jenis Mangrove dengan nama dan ciri-ciri daun, akar dan batang yang berbeda di Laboratorium Mangrove Alami ini. Awalnya kami mengira, Mangrove itu cuma nama lainya Bakau. Ternyata ada Api-api (Aviciena), Nipah dan lainnya,”ucap Laili Hidayati
Ia berharap, melalui kegiatan ini, selain ikut membersihkan ekosistem dari polusi plastik, pihaknya juga mendapatkan pengetahuan tentang Mangrove dan Ekosistem Mangrove. (nel)





