BATAM (HK) – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri bersama Batam Tourism Polytechnic (BTP) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan media untuk mendukung pengembangan pariwisata Batam dan Kepri.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kampus Batam Tourism Polytechnic, Tiban, Batam, Senin (20/7/2026). MoU ditandatangani Ketua FJP Kepri Novianto dan Wakil Direktur I Bidang Akademik BTP, Dr. Eryd Saputra.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur II Bidang SDM dan Keuangan Dr. Syafrudin Rais, Wakil Direktur III Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan dan Pemasaran Eva Amalia, Senior Lecturer sekaligus Ketua Forum Doktor Politeknik Pariwisata Batam Dr. I Wayan Thariqy K. Pristiwasa, Ketua Program Studi Manajemen Kuliner Christina Koh, M.Tr.Par, Kepala Bagian Marketing dan Admisi Muhammad Al Fatih, BA, serta Rizka Aulia.
Melalui kerja sama tersebut, FJP Kepri dan BTP sepakat mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Mewakili manajemen BTP, Dr. Eryd Saputra menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, masyarakat, dan media.
“Terima kasih atas terlaksananya MoU ini. Kami berharap kolaborasi dengan FJP Kepri dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Batam dan Kepulauan Riau. Membangun sektor pariwisata adalah tanggung jawab bersama, mulai dari dunia pendidikan, pelaku industri hingga media,” ujarnya.
Ketua FJP Kepri Novianto menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai FJP Kepri dan BTP memiliki semangat serta visi yang sejalan dalam mendorong pariwisata menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik oleh Batam Tourism Polytechnic. FJP dan BTP memiliki semangat yang sama untuk memajukan sektor pariwisata Batam dan Kepri melalui kolaborasi yang saling mendukung,” katanya.
Sebelum penandatanganan MoU, kedua pihak juga membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. BTP membuka ruang bagi FJP Kepri untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk kolaborasi dalam bidang promosi dan publikasi.
Dukungan media dinilai penting untuk memperkenalkan berbagai program unggulan BTP kepada masyarakat, termasuk Program Magister Terapan (S2) dan program sertifikasi. Publikasi yang lebih luas diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menarik minat calon mahasiswa.
Usai penandatanganan MoU, rombongan FJP Kepri berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas pembelajaran di lingkungan kampus, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang praktik hingga fasilitas penunjang lainnya.
Rombongan juga mengunjungi Migrant Center yang berada di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut menjadi salah satu dari dua Migrant Center yang ada di Batam.
Dalam kunjungan tersebut, pihak BTP turut menjelaskan sistem pembelajaran yang diterapkan, yakni perpaduan antara teori dan praktik yang dilakukan secara bergantian. Masing-masing sesi berlangsung selama satu pekan, dengan jumlah mahasiswa sekitar 25 orang per kelas.
Pola pembelajaran tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai aspek industri pariwisata secara lebih menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Saat ini, Batam Tourism Polytechnic memiliki empat program studi, yakni Diploma IV Manajemen Kuliner, Diploma IV Manajemen Tata Hidangan (Food and Beverage Management), Diploma IV Manajemen Divisi Kamar (Room Division Management), serta Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog antara jajaran BTP dan FJP Kepri mengenai berbagai tantangan dan peluang pengembangan pariwisata di Batam dan Kepulauan Riau.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan media ini diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung lahirnya SDM pariwisata yang unggul, memperluas promosi potensi daerah, serta mendorong sektor pariwisata Kepri semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. (dam)


