BINTAN (HK) – Upaya membangun budaya bermedia yang sehat dan bertanggung jawab terus diperkuat melalui kegiatan akademik berbasis pengabdian. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan Sosialisasi Literasi Digital dan Cek Fakta di Pondok Pesantren Al-Adzkia pada Sabtu (13/6).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan ini merupakan implementasi praktik perkuliahan pada Mata Kuliah Cek Fakta yang diampu oleh Muhammad Zaini, M.Kom.I, dengan melibatkan mahasiswa semester IV dan VI sebagai penyelenggara sekaligus fasilitator edukasi kepada para santri.
Kegiatan diikuti oleh santri kelas IX SMP dan kelas XI SMA/MA Pondok Pesantren Al-Adzkia. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan pihak pesantren, Ustadz Arbain, serta tim mahasiswa penyelenggara yang terdiri atas Hafidz Alkayyisa Dzikrillah, Siti Juariah, Indi Ardiana, Miftaqhul Hidayah, Assyifa Khansa Syahidah, Muhammad Dzaki Hilmi Syahir, Ahmad Akram, dan Iman Safriandi.
Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, mahasiswa menyampaikan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat di era teknologi. Santri diajak memahami cara menyaring informasi yang beredar di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan.
Materi yang disampaikan juga membahas pengertian, tujuan, manfaat, dan urgensi cek fakta sebagai langkah preventif untuk menghindari penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi. Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik serta pemanfaatan perangkat digital untuk memverifikasi kebenaran berita, gambar, maupun informasi sebelum dibagikan kepada orang lain.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para santri menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan simulasi sederhana terkait identifikasi informasi yang valid di media digital.
Perwakilan Pondok Pesantren Al-Adzkia, Ustadz Arbain, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman ini. Semoga materi yang diberikan dapat menambah wawasan santri sehingga mereka semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam menggunakan media digital,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Cek Fakta, Muhammad Zaini, M.Kom.I, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori perkuliahan dengan praktik edukasi di masyarakat.
“Literasi digital dan kemampuan cek fakta menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki generasi saat ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademik, tetapi juga belajar mentransformasikan pengetahuan menjadi gerakan edukatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu menjadi pengguna media digital yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda. (r/eza)


