BATAM (HK) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kota Batam mulai berdampak pada pelayanan distribusi air bersih bagi masyarakat.
Akibatnya, sejumlah armada tangki milik Air Batam Hilir (ABH) dan truk pakai tandon yang melayani distribusi air bersih di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Kondisi tersebut membuat pasokan air bersih ke permukiman warga dalam beberapa hari terakhir mengalami gangguan.
Sebagian warga masih mendapatkan suplai air, sementara lainnya harus menunggu lebih lama karena terbatasnya armada yang dapat beroperasi, bahkan ada yang tidak kebagian air sama sekali sejak 2 hari belakangan ini.
Salah satu ketua RW di Tanjung Sengkuang mengatakan, persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan pada ketersediaan air bersih yang akan di distribusikan ke warga, melainkan sulitnya memperoleh solar untuk kendaraan pengangkut.
“Beberapa hari terakhir solar menjadi kendala utama distribusi air bersih menggunakan water tank. Hari ini salah satu armada hanya mendapatkan 15 liter solar, itu pun karena berbagi dengan sesama sopir. Dengan jumlah tersebut, armada hanya mampu melakukan sekitar tiga kali perjalanan dalam sehari,” ujarnya Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan operasional armada berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Keluhan warga pun terus berdatangan kepada pengurus RT dan RW.
“Setiap hari permintaan distribusi air bersih yang kami ajukan tidak terpenuhi secara maksimal. Ada warga yang mendapatkan pasokan air, tetapi ada juga yang tidak kebagian sama sekali. Kami di tingkat RT dan RW kesulitan memberikan penjelasan kepada warga karena persoalan ini terus berulang,” katanya.
Dia meminta pihak pengelola air bersih, Pertamina, serta Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) segera mencari solusi agar armada pengangkut air bersih memperoleh pasokan solar yang memadai.
“ABH memiliki ketersediaan air, tetapi distribusinya sangat bergantung pada armada. Jika solar sulit diperoleh, kendaraan tidak bisa beroperasi. Karena itu kami berharap semua pihak segera duduk bersama untuk mencari jalan keluar,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Warga Tanjung Sengkuang, katanya, hanya menginginkan pasokan air bersih yang lancar dan dapat diakses setiap hari.
Kelangkaan solar yang menghambat distribusi air bersih kini menjadi persoalan mendesak bagi warga Tanjung Sengkuang. Tanpa langkah cepat dari pihak terkait, ribuan warga berisiko terus mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.
Keluhan serupa disampaikan Rahma, warga Tanjung Sengkuang. Ia mengaku kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari akibat minimnya pasokan air bersih yang diterima keluarganya.
“Sudah beberapa hari air sangat sulit didapat. Untuk mandi kami harus menghemat air yang tersisa, mencuci pakaian terpaksa ditunda, bahkan untuk memasak pun harus diatur agar persediaan air cukup sampai distribusi berikutnya datang,” ungkapnya.
Dia berharap persoalan distribusi air bersih akibat kelangkaan solar segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.
“Kalau air tidak ada, semua aktivitas rumah tangga terganggu. Kami berharap masalah ini segera diselesaikan karena masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” imbuhnya. (dam)


