NATUNA (HK) – Bupati Natuna, Cen Sui Lan meninjau kegiatan produksi masyarakat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Natuna, Jumat (5/6/2026).
Pada kesempatan ini ia didampingi Wakil Bupati Natuna, Jarmin, Kadis Prindagkop UM, Marwan Syahputra, Kabag Prokopim Setda Natuna, Defrizal dan sejumlah staf lainnya.
Setibanya di Kawasan PLUT, Bupati Cen langsung menuju dapur-dapur produksi dan menyapa warga yang sedang bekerja.
Ia telihat senang menyaksikan suasana dan mendengarkan berbagai penjelasan dan juga keluhan dari warga pelaku UMKM.
“Ini produknya bagus, tapi harganya masih murah. Coba nanti itu kita sama-sama tingkatkan, ya,” kata Bupati Cen mengawali perbincangannya.
Selanjutnya ia dengan tegas menekankan kepada Kepala Dinas Prindagkop UM kabupaten Natuna, Marwan Syahputra yang mendampinginya agar membuat trobosan-trobosan untuk membantu warga meningkatkan nilai jual produknya.
“Pak Kadis, ini kita harus buat pasar di luar. Kasian warga ini, jual produknya murah sekali. Pak Kadis coba pikirkan itu dulu, kita harus ada trobosan untuk meningkatkan nilai,” tegasnya.
Selain penekanan di atas, ia juga menekankan agar kemasan produk-produk warga dapat ditingkatkan supaya pasar dapat menerimanya dengan mudah.
“Terus ini lagi Pak Kadis, Packagingnya harus diubah. Coba lah nanti dicarikan cara agar kemasannya bisa lebih baik,” tegasnya lagi.
Ditegaskanya kembali, kehadiran pemerintah bukan sekedar memantau dan mendata, tapi juga harus ada solusi yang baik untuk pelaku UMKM.
“Kami kesini bukan untuk memantau saja bapak-ibu, tapi kami ke sini untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Selanjutnya Bupati Cen juga mengaku gembira karena kawasan PLUT sudah beroperasi dan dimanfaatkan oleh warga, meskipun peningkatan demi peningkatan harus dilakukan.
“Ibu senang kan dengan adanya tempat seperti ini. Alhamdulillah kita semua senang. Apalagi ibu-ibu pesanannya lancar, produksinya bagus dan untungnya juga lumayan itu sudah menyenangkan sekali. Mudahan-mudahan semuanya dapat segera kita tingkatkan,” ujarnya sembari menyicipi produk keripik warga.
Berdasarkan keterangan pelaku UMKM yang memproduksi keripik ubi bahwa harga jual keripik ubi di Natuna sekitar Rp. 20 ribu per bungkus isi empat ons dan Rp. 10 ribu per dua ons.
Produk tersebut didistribusikan di dalam daerah Natuna, luar daerah dan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.(fat).


