BINTAN (HK) – Kabupaten Bintan khususnya kawasan gunung Bintan di desa Bintan Buyu tidak hanya dikenal dengan kekayaan sejarah dan alamnya yang memukau.
Namun juga salah satu daerah penghasil durian terbaik di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Setiap tahunnya pada musim panen raya, masyarakat pekebun di kawasan gunung Bintan menghasilkan durian dalam jumlah yang sangat masif.
Akan tetapi, melimpahnya hasil panen atau banjir durian ini sering kali menjadi pisau bermata dua bagi para petani. Di satu sisi, panen yang sukses adalah berkah, namun di sisi lain kelebihan pasokan di waktu yang bersamaan seringkali membuat masyarakat kesulitan untuk menjual hasil kebun mereka.
Keterbatasan akses distribusi dan promosi membuat buah durian menumpuk menyebabkan harga anjlok atau bahkan membusuk terbuang sia-sia.
Berangkat dari keresahan dan potensi besar tersebut, Perkumpulan Zuriat Bentan berinisiatif menggelar sebuah festival besar bartajuk ‘Kenduri Durian Bentan 2026’.
Ketua panitia pelaksana Muhammad Ali mengatakan, event Kenduri Durian Bentan dirancang untuk menciptakan sebuah platform transaksi langsung berbentuk festival wisata yang mempertemukan petani lokal dengan ribuan konsumen (wisatawan).
“Kegiatan ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendorong sektor pariwisata Kabupaten Bintan.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para petani untuk memasarkan hasil panennya secara lebih luas, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya dan kuliner lokal,” ujarnya kemarin.
Program tersebut lanjut Ali, memiliki dua fokus utama, yakni penguatan ekonomi kerakyatan dan akselerasi pariwisata daerah.
Dari sisi ekonomi, kegiatan ini ditujukan untuk membantu petani dan masyarakat sekitar menjual hasil panen durian secara lebih terpusat dan menguntungkan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli serta perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan gunung Bintan.
Sementara dari sektor pariwisata, penyelenggara menargetkan kehadiran sedikitnya 2.000 wisatawan nusantara (Wisnus) dari luar Kabupaten Bintan, khususnya dari Batam dan kota Tanjungpinang, serta sekitar 300 wisatawan mancanegara (Wisman) dari Singapura dan Malaysia.
Selain menjadi ajang promosi durian lokal, tambah Ali, kegiatan ini juga diharapkan dapat masuk sebagai agenda tahunan unggulan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan.
“Mengusung konsep pesta rakyat bernuansa Melayu, acara akan dikemas dalam bentuk pesta makan durian massal, bazar durian kualitas premium, pameran UMKM hasil olahan durian, serta panggung hiburan seni budaya,” sebutnya.
Rangkaian kegiatan sementara meliputi pembukaan budaya melalui arak-arakan Zuriat Bentan, sambutan resmi dari pemerintah dan tokoh masyarakat, doa bersama, hingga puncak acara berupa pesta kenduri durian bersama masyarakat dan wisatawan.
Selain memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM, kegiatan ini juga kata Ali diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Zuriat Bentan, melestarikan nilai sejarah Kesultanan Bintan, serta memperluas promosi wisata Kabupaten Bintan hingga tingkat nasional dan internasional.
Pihak penyelenggara juga membuka ruang kolaborasi bagi perusahaan, instansi, organisasi, maupun berbagai pihak yang ingin berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Melalui Kenduri Durian Bentan 2026, potensi lokal diharapkan tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, namun juga menjadi identitas wisata yang mampu mengangkat nama Bintan ke panggung yang lebih luas.
Kegiatan Kenduri Durian Bentan 2026 dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 25-26 Juli 2026 pukul 07.00 WIB sampai selesai.
Kegiatan dilaksanakan di lapangan bola Gunung Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. (eza)


