LINGGA (HK) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep menjalin kerja sama dengan Politeknik Lingga dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan.
Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2026.
Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif, mengatakan, kerja sama ini difokuskan pada pemberian pelatihan dan penyuluhan pertanian kepada warga binaan, khususnya dalam budidaya tanaman produktif agar memperoleh hasil maksimal.
“Melalui pembinaan pertanian ini, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam program ketahanan pangan, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” ujar Yusrifa Arif saat menerima kunjungan silaturahmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lingga di ruang kerjanya, Kamis (27/1/2026).
Ia mengungkapkan, pihaknya juga memiliki rencana jangka panjang agar warga binaan dapat menempuh pendidikan pertanian secara formal. Dengan demikian, mereka memiliki peluang meningkatkan kualitas diri setelah selesai menjalani masa pidana.
“Saat ini kami telah memanfaatkan lahan pertanian di wilayah Batu Kacang. Ke depan, pekarangan di lingkungan Lapas akan kami intensifkan menjadi area perkebunan produktif dengan metode yang lebih efektif,” jelasnya.
Selain pembinaan kemandirian, Yusrifa menegaskan bahwa Lapas Dabo Singkep tetap mengedepankan pemenuhan hak dasar warga binaan, seperti layanan kesehatan dan penyediaan makanan layak.
Pembinaan juga mencakup pendidikan, keterampilan, serta program integrasi seperti pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat.
Menurutnya, seluruh proses pembinaan dilaksanakan secara transparan dengan pendekatan humanis, guna mempersiapkan warga binaan agar siap kembali dan diterima di tengah masyarakat.
“Kami juga melakukan langkah pengamanan. Warga binaan yang berpotensi mengganggu keamanan akan dipindahkan. Saat ini sudah ada tiga warga binaan yang dipindahkan,” katanya.
Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun dunia usaha, agar program pembinaan di Lapas Dabo Singkep dapat berjalan optimal.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembinaan dan rehabilitasi warga binaan,” tutupnya. (tir)

