BERITA TERKINI EKONOMI KRIMINAL NASIONAL TANJUNGPINANG

BNPT Sebut Hasil Survei IPT, Ancaman Radikalisme di Kepri Turun

Kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 melalui rangkaian kegiatan Kajian Senin Kamis (KS
Kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 melalui rangkaian kegiatan Kajian Senin Kamis (KS

TANJUNGPINANG (HK) ,- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 melalui rangkaian kegiatan Kajian Senin Kamis (KSK) Tahun 2026 pada Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan mendiseminasikan hasil survei sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam sambutan Direktur Pencegahan BNPT RI yang dibacakan oleh Subkoordinator Penelitian dan Evaluasi BNPT, Teuku Fauzansyah, disampaikan bahwa Survei Indeks Potensi Radikalisme merupakan instrumen strategis untuk memahami tingkat kerentanan masyarakat terhadap paham radikal dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pencegahan yang lebih tepat sasaran.

“Survei Indeks Potensi Radikalisme merupakan instrumen strategis yang dikembangkan BNPT untuk memahami dinamika kerentanan masyarakat terhadap paham radikal sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pencegahan yang lebih tepat sasaran,” demikian disampaikan dalam sambutan Direktur Pencegahan BNPT.

Direktur Pencegahan BNPT juga mengungkapkan bahwa hasil Survei IPR Tahun 2025 menunjukkan nilai Indeks Potensi Radikalisme Provinsi Kepulauan Riau berada pada angka 13,1, relatif stabil dibandingkan tahun 2024 dan menurun dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 13,7.

Gerak Cepat! KRI Silas Papare-386 Bantu Cari ABK Kapal Ikan KM Kawal Jaya 9 Hilang Usai Tubrukan di Perairan Berakit Bintan 

“Hasil tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program pencegahan yang adaptif dan berbasis bukti (evidence-based policy),” jelasnya.

Peneliti FKPT Kepulauan Riau, Dr. H. Muhamaad Zaenuddin, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa penelitian dilakukan terhadap 350 responden di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan menggunakan metode wawancara tatap muka langsung.

Selain memetakan potensi radikalisme, penelitian juga mengukur tingkat pengenalan masyarakat terhadap BNPT dan FKPT serta perilaku masyarakat dalam mengakses konten keagamaan di ruang digital.

Menurut Zaenuddin, tantangan utama pencegahan radikalisme saat ini adalah memperkuat kesadaran masyarakat terhadap keberagaman.

“Inti yang perlu diperkuat adalah kesadaran akan keberagaman. Masyarakat harus memahami bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang adalah hal yang wajar. Toleransi dan saling menghargai perbedaan menjadi kunci agar potensi radikalisme dapat diminimalkan,” jelas Zaenuddin.

Bangun Sinergi dengan Kodam Iskandar Muda, Pertamina Patra Niaga  Komitmen Jaga Keandalan Distribusi Energi

Sementara itu, Anggota Tim Reviu Survei IPR 2025, Lilik Purwandi, menegaskan tren IPR Kepulauan Riau menunjukkan kondisi yang relatif terkendali.

Namun demikian, masih terdapat kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian bersama, terutama perempuan, generasi muda, dan kelompok yang aktif di ruang digital.

“Kearifan lokal, pola asuh keluarga, wawasan kebangsaan, literasi digital, dan moderasi beragama merupakan faktor penting yang perlu diperkuat agar masyarakat memiliki daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan terhadap radikalisme dan terorisme,” kata Lilik Purwandi.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu pintu masuk utama radikalisme adalah sikap eksklusif dan intoleran. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan wawasan kebangsaan, integrasi nilai toleransi dalam pendidikan, pemanfaatan ruang digital secara positif, serta pendampingan aktif terhadap generasi muda di lingkungan sekolah dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, BNPT dan FKPT Kepulauan Riau menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal.

ARTOTEL Batam Gelar Dua Pameran Seni Kontemporer, Angkat Isu Alam hingga Teknologi AI

Hasil Survei IPR Tahun 2025 diharapkan tidak berhenti sebagai laporan statistik semata, melainkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan, program edukasi, serta penguatan literasi digital dan kearifan lokal yang sesuai
dengan karakteristik masyarakat Kepulauan Riau. (r/nel)