Menu

Mode Gelap
Rakor Bersama Kementerian ATR/BPN Labor Pantun dan Khasanah Melayu STAIN Kepri Kolaborasi dengan LAM Tanjungpinang Kejati Kepri Hentikan Penuntutan Perkara Curanmor di Batam BRI Siap Dukung Peningkatan Fasiltas Rutan Tanjungpinang Katalog Elektronik Versi 6.0 untuk Efisiensi Proses Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Diluncurkan Pemkab Natuna Matangkan Persiapan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Baru

NATUNA

Korupsi Dana Hibah FPK Kepulauan Anambas P21

badge-check


					Tek Foto Kepala Cabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap (tengah) saat menjelaskan tentang tahap dua kasus dugaan korupsi hibah FPK Kabupaten Kepulauan Anambas Perbesar

Tek Foto Kepala Cabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap (tengah) saat menjelaskan tentang tahap dua kasus dugaan korupsi hibah FPK Kabupaten Kepulauan Anambas

NATUNA (HK) – Penanganan perkara, terkait dugaan korupsi penggunaan dana hibah Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2020 terus bergulir. Kini Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna di Tarempa, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyatakan berkas kasus itu telah lengkap atu P-21.

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Cabjari Natuna di Tarempa juga telah menyerahkan berkas perkasa beserta dua tersangka, yakni MI (51) selaku ketua dan MA (44) selaku bendahara FPK Kepulauan Anambas kepada Penuntut Umum Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna, Selasa (22/2), kemaren.

“Berkas telah lengkap, dan kita laksanakan tahap dua,” kata Kepala Cabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap, dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (22/2).

Selanjutnya berkas penyidikan serta kepada kedua tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korusi (PTPK), Tanjungpinang.

Roy mengatakan, pelimpahan berkas ke Pengadilan tersebut akan dilakukan pada awal Bulan Maret 2022 dan sebelum diberangkatkan, kedua tersangka akan ditahan di Rumah Tahanan Bintahmil Lanal Tarempa.

“Nanti di awal Maret akan diberangkatkan menggunakan kapal PN Tipikor. Waktu penahanan 20 hari, terhitung dari tanggal 21 Februari sampai dengan 12 Maret,” terang Roy.

Sebagaimana diketahui, mencuatnya kasus ini setelah Tim Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari), Natuna, di Tarempa, mengendus adanya dugaan korupsi dana hibah FPK Kabupaten Kepulauan Anambas, tahun anggaran (TA) 2020. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna di Tarempa, menetapkan kepada dua tersangka, Yaitu MI, selaku ketua dan MA, selaku bendahara FPK Kepulauan Anambas. (komp)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemkab Natuna Matangkan Persiapan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Baru

21 Januari 2025 - 17:49 WIB

Ditengah Cuaca Buruk, Pencairan Dua Nelayan Sarasan Natuna yang Hilang Terus Berlanjut

11 Januari 2025 - 15:53 WIB

Natuna Lemah Lunglai Menunggu Transefer Dana Lebih Bayar dan Kurang Bayar DBH

10 Januari 2025 - 17:52 WIB

Polres Natuna Amankan Seorang Pria Diduga Pembunuh Janda Beranak 3 di Ranai

10 Januari 2025 - 17:46 WIB

Sah, Cen Sui Lan – Jarmin Ditetapkan jadi Bupati Natuna Terpilih

10 Januari 2025 - 08:48 WIB

Trending di BERITA TERKINI