TANJUNGPINANG (HK) – Pembangunan box culvert atau saluran beton bertulang pracetak di ruas jalan Daeng Kamboja, Senggarang, Tanjungpinang dinilai asal jadi.
Meskipun sudah selesai dikerjakan, proyek yang dibiayai dari APBD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri dengan nilai kontrak hampir senilai Rp1 miliar atau sekitar Rp989.836.000 ini terkesan amburadul dan tidak rapi.
Pekerjaan sisi kanan dan kiri saluran drainase dinilai masih berantakan.
Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Karya Sinar Abadi, konsultan pengawas CV Ziq Zaq Konsultan dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender yang dimulai pada 14 April 2026 lalu.
Pembangunan box culvert yang dibiaya dari uang rakyat ini mendapat sorotan dari LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Tanjungpinang.
Wakil Walikota LIRA Tanjungpinang Ramadhan Siregar mengatakan, jika terjadi hujan, air menjadi tergenang di saluran drainase sisi kiri dan kanan.
Karena kata dia, saluran air tersebut sampai selesai dikerjakan masih terlihat berantakan. Kemudian, ada retakan yang panjang di ruas box culvert tersebut.
“Sebelumnya warga pengguna jalan yang sering melintas disana menyampaikan ke kami bahwa proyek tersebut dikerjakan asal jadi, sehingga setelah selesai terkesan dibiarkan dan tidak dirapikan kembali,” ungkap Ramadhan, Rabu (26/8).
Ia juga menduga proyek tersebut dikerjakan ada yang tidak sesuai spesifikasi dari rencana anggaran biaya (RAB), sehingga tidak hasilnya tidak maksimal di lapangan.
“Kita menduga bisa jadi proyek tersebut dikerjakan dengan mengurangi spek atau lainnya di lapangan sehingga ada unsur korupsinya,” ujarnya.
Terkait dengan pembangunan box culvert tersebut, pihaknya akan melakukan investigasi dan mengumpulkan data-data di lapangan untuk melengkapinya dan melaporkan ke aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri dan Polda Kepri.
“Kita berharap aparat penegak hukum agar bisa menindaklanjutinya, karena proyek tersebut terkesan asal jadi dan begitu juga kualitasnya masih kurang,” imbuh dia. (tim)





