BINTAN (HK) – Pemilik SPBU km 16, Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan diminta bertanggungjawab terkait kerusakan sejumlah kenderaan bermotor milik warga usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite pada Kamis (20/8) lalu.
Pengelola SPBU km 16 Bintan juga harus bertanggungjawab dalam memperbaiki mesin motor yang rusak dan kalau sudah parah bila perlu mengganti kenderaan tersebut yang merupakan milik konsumen atau warga.
“Akibat kelalaian dalam pengisian BBM jenis pertalite yang diduga bercampur bio solar berakibat sejumlah motor milik warga mengalami kerusakan, maka pengelola SPBU km 16 harus bertanggungjawab dan jangan lari dari permasalahan ini,” kata pemerhati sosial Bintan, Dani Rama, Rabu (25/8).
Dani mengatakan bahwa akibat faktor kesalahan dalam pengisian pertalite ini, masyarakat banyak yang dirugikan dan dia berharap jangan sampai hal serupa terulang kembali.
“Jangan sampai menjadi preseden buruk ditengah-tengah masyarakat akibat pengisian pertalite yang disinyalir dicampur solar ini sehingga mengakibatkan motor milik warga rusak.
Kita meminta pihak pengelola harus bertanggungjawab dan berikan penjelasan kepada publik terkait dengan hal tersebut,” katanya Selasa (25/8).
Permasalahan ini Kata dia, jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya kejelasan dari pengelola SPBU km 16 Bintan yang tidak bertanggungjawab.
Ia juga berharap kepada aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kepolisian untuk menindaklanjutinya dengan memeriksa pengelola maupun operator BBM apakah dalam hal ini terjadi kelalalain ataupun disengaja dalam pengisian BBM tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah warga mengeluhkan kendaraan mereka mengalami gangguan setelah melakukan pengisian BBM jenis pertalite di salah satu SPBU di kawasan km 16, Kabupaten Bintan.
Keluhan tersebut muncul setelah sejumlah kendaraan mengalami gejala serupa, mulai dari mesin mengeluarkan asap hingga tarikan kendaraan menjadi berat.
Bahkan, salah seorang warga mengaku kendaraannya harus dibawa ke bengkel karena mengalami kerusakan pada bagian mesin.
Salah seorang warga Toapaya, Hendrik, mengatakan sepeda motornya mulai mengalami masalah sehari setelah mengisi Pertalite di SPBU km 16.
“Kamis kami isi, pas hari Jumat kami lihat tutup itu pom bensin. Sekarang motor masuk bengkel, klepnya pada bocor,” ujar Hendrik, Selasa (25/8).
Menurut dia, kerusakan tersebut tidak hanya dialaminya. Sejumlah rekannya juga mengeluhkan kondisi kendaraan yang mengeluarkan asap dan mengalami penurunan performa mesin.
“Berat juga mesinnya jadinya. Kawan-kawan saya di Sei Ladi juga mengalami hal yang sama,” katanya.
Hendrik menduga gangguan pada kendaraannya terjadi setelah adanya dugaan campuran bahan bakar lain ke dalam pertalite yang dibelinya di SPBU tersebut.
“Mungkin tercampur solar atau apa di pertalitenya, makanya motor saya berasap,” ujarnya.
Kanit Tipiter Polres Bintan, Iptu Daeng Salamun, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan ke SPBU km 16.
“Nanti kita akan cek dulu ke lokasi,” ujar Daeng Salamun.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kendaraan yang dikeluhkan warga sekaligus mengetahui kondisi BBM yang diduga menjadi penyebab kerusakan. (eza)





