BINTAN (HK) – Menanamkan literasi finansial sejak usia sekolah menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang cerdas mengelola keuangan sekaligus memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah dan Budaya Menabung Sejak Dini di SDN 008 Gunung Kijang, Jumat (7/8).
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti 43 siswa kelas III dan IV. Bertempat di ruang kelas III, kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif agar materi literasi keuangan dapat dipahami siswa melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kepala SDN 008 Gunung Kijang, Dewi Astuty, S.Pd.SD., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri yang menghadirkan edukasi finansial dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Ziyan Manurung, berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat, tetapi dapat membentuk kebiasaan positif yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pertama disampaikan mahasiswa KKN Bintan 07, Giska Fitriani dan Laila Rahmadani. Keduanya mengenalkan konsep Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif.
Para siswa diajak memahami pentingnya memperlakukan Rupiah dengan baik, antara lain melalui kebiasaan merawat uang kertas agar tidak dilipat, diremas, dicoret, atau dirusak. Selain itu, siswa diperkenalkan pada pentingnya mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah serta menumbuhkan kebanggaan menggunakan mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga merupakan salah satu simbol kedaulatan negara. Karena itu, sejak dini anak-anak perlu memiliki sikap cinta, bangga, dan memahami fungsi Rupiah dalam kehidupan sehari-hari,” jelas mahasiswa KKN dalam penyampaian materi.
Memasuki sesi berikutnya, mahasiswa KKN Bintan 07, Wawan, mengajak siswa mengenal pentingnya budaya menabung. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi dipadukan dengan aktivitas kreatif melalui praktik mewarnai celengan.
Dengan penuh antusias, siswa kelas III dan IV menghias celengan masing-masing menggunakan beragam warna. Mahasiswa KKN turut mendampingi siswa sekaligus memberikan simulasi sederhana mengenai cara menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung secara rutin.
Aktivitas tersebut membuat suasana pembelajaran semakin hidup. Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang pentingnya menabung, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung bahwa mengelola keuangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dan menyenangkan.
“Menabung tidak harus dimulai dari jumlah yang besar. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” tegas Wawan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berupaya menghadirkan literasi finansial yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Edukasi tentang Rupiah dan budaya menabung diharapkan menjadi fondasi awal bagi terbentuknya generasi yang tidak hanya memiliki kecakapan finansial, tetapi juga tumbuh dengan kesadaran nasionalisme dan tanggung jawab.
Melalui edukasi yang sederhana namun bermakna, mahasiswa KKN Bintan 07 berharap siswa SDN 008 Gunung Kijang semakin mencintai dan menghargai Rupiah, sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini. Kebiasaan kecil yang ditanamkan hari ini diharapkan tumbuh menjadi karakter finansial yang positif dan menjadi bekal bagi masa depan generasi muda Kabupaten Bintan. (eza)


