BATAM (HK) — Eva Betty Sihaan kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepulauan Riau (Kepri) untuk periode 2026–2031.
Eva Betty terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 ASITA Kepri yang berlangsung di Aston Hotel & Residence Batam, Rabu (12/8/2026).
Seluruh anggota yang hadir memberikan dukungan untuk melanjutkan kepemimpinannya di organisasi yang menaungi perusahaan perjalanan wisata tersebut.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Eva Betty langsung dilantik oleh Ketua Umum DPP ASITA Nunung Rusmiati.
Musda tersebut dibuka oleh Wali Kota Batam yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Umum DPP ASITA Nunung Rusmiati dan Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Anjar Wijaya.
Dalam kepemimpinan periode keduanya, Eva Betty menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha untuk menjaga keberlanjutan industri pariwisata di Kepri.
Menurut dia, perkembangan pariwisata tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan koordinasi lintas sektor dan kerja sama antar-asosiasi serta mitra usaha agar pertumbuhan industri dapat berlangsung secara sehat.
“Pariwisata tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dan kerja sama antar-asosiasi serta mitra usaha menjadi hal penting yang harus terus dilakukan ke depan,” ujar Eva Betty.
Selain memperkuat kolaborasi, ASITA Kepri juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga ekosistem pariwisata tetap sehat dan berkelanjutan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah keberadaan usaha perjalanan wisata yang belum memiliki legalitas. Eva Betty mengatakan persoalan tersebut perlu ditangani tidak hanya melalui penertiban, tetapi juga pembinaan sehingga pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang secara legal.
“Kami akan terus mendorong dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga ekosistem pariwisata, termasuk melakukan pembinaan terhadap travel yang belum memiliki legalitas,” katanya.
Eva Betty menegaskan ASITA terbuka untuk merangkul pelaku usaha perjalanan wisata agar dapat berkembang dalam koridor yang sesuai dengan ketentuan.
“ASITA siap merangkul mereka demi menjaga stabilitas dan kemajuan pariwisata di Batam dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Sementara itu, Ardi Winata berharap ASITA dapat terus mengambil peran sebagai pelopor sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata Batam.
Menurut Ardi, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri semakin penting di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke Batam.
“Saya berharap kita semua dapat bersama-sama menjaga iklim dan ekosistem pariwisata Batam, terlebih saat ini kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan yang cukup pesat dibandingkan tahun lalu,” kata Ardi.
Musda ke-5 ASITA Kepri juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi. Bergabungnya sejumlah asosiasi dan pelaku usaha pariwisata ke dalam keanggotaan ASITA Kepri diharapkan dapat memperluas jaringan serta membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan industri pariwisata.
Dengan kembali dipercaya memimpin hingga 2031, Eva Betty menghadapi tantangan untuk membawa ASITA Kepri menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif, dan mampu merespons perubahan industri pariwisata.
Kepemimpinan periode kedua tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha sekaligus mendorong kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Batam dan Kepri. (dam)





