BATAM (HK) – Pemerintah Kota Batam menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (18/12/2025).
Upacara berlangsung khidmat dan semarak, dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat daerah.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Batam bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjalanan sejarah panjang kota yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan nasional.
“Hari ini kita tidak hanya memperingati pertambahan usia, tetapi merenungkan perjalanan sebuah kota yang lahir dari rangkaian keputusan sejarah dan membentuk identitas Batam hingga saat ini,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, penetapan Hari Jadi Batam merujuk pada surat perintah Yang di-Pertuan Muda Riau-Lingga kepada Raja Isa sebagai pemegang kekuasaan wilayah Nongsa dan sekitarnya pada 18 Desember 1829. Peristiwa tersebut disepakati sebagai tonggak awal Hari Jadi Batam.
Sejak saat itu, Batam terus berkembang. Dari pulau yang semula belum menjadi pusat perhatian, Batam tumbuh menjadi kawasan strategis nasional, pusat aktivitas maritim, hingga basis logistik.
Perkembangan tersebut ditandai dengan kehadiran Pertamina pada 1970, pembentukan Otorita Batam pada 1973, pendirian Kota Administratif Batam pada 1983, hingga menjadi daerah otonom dan kawasan perdagangan bebas serta pelabuhan bebas.
Menurut Amsakar, posisi Batam kini sangat strategis, tidak hanya bagi Provinsi Kepulauan Riau, tetapi juga bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, Hari Jadi Batam ke-196 mengusung tema “Unggul dan Berdaya Saing”.
“Tema ini menjadi arah pembangunan Batam ke depan. Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, Batam harus mampu mengambil peran terdepan,” tegasnya.
Ia menambahkan, letak geografis Batam yang strategis merupakan anugerah yang harus diimbangi dengan kebijakan pembangunan yang sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Hal ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar Indonesia menjadi bangsa yang unggul, berdaya saing, menguasai teknologi, dan mandiri secara ekonomi.
Batam, lanjutnya, memiliki karakteristik khas dengan memadukan pertumbuhan kota modern dan nilai-nilai budaya Melayu yang tetap dijaga.
“Adat dan budaya tetap hidup di tengah kemajuan kota,” katanya.
Menutup amanatnya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Batam sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan komitmen membangun kota.
“Kota yang maju adalah kota yang warganya bergerak bersama,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Jadi Batam ke-196 juga dimeriahkan atraksi Batam Solidarity for Sumatera Air Show yang melintas di atas langit Dataran Engku Putri.
Atraksi udara tersebut menjadi simbol sinergi Pemerintah Kota Batam dan TNI Angkatan Udara, sekaligus pesan solidaritas dan kepedulian Batam terhadap sesama. (mc)

