PENDIDIKAN

Wisuda Hari Kedua UIN Bukittinggi, 883 Lulusan Didorong Jadi Profesional dan Berdaya Saing Global

BUKITTINGGI (HK) — Sebanyak 883 mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengikuti prosesi wisuda hari kedua, Kamis (17/9/2026).

Mereka terdiri atas 748 lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta 135 lulusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

Pelaksanaan wisuda UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026 berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, dengan total 1.723 wisudawan.

Pada hari pertama, Rabu (16/9/2026), sebanyak 840 mahasiswa dikukuhkan sebagai wisudawan. Mereka berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 477 orang, Fakultas Syariah sebanyak 278 orang, serta Program Pascasarjana sebanyak 67 orang.

Sementara itu, pada prosesi hari kedua, UIN Bukittinggi mengukuhkan para lulusan dari FTIK dan FUAD. Secara keseluruhan, wisudawan tahun ini terdiri atas 1.578 lulusan strata satu (S1), 137 lulusan strata dua (S2), dan 8 lulusan strata tiga (S3).

Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si., dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diperoleh bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki kehidupan yang lebih luas.

“Jadilah profesional yang unggul. Jadilah intelektual yang rendah hati. Jadilah pemimpin yang amanah. Jadilah manusia yang mampu menghargai perbedaan,” pesan Silfia kepada para wisudawan.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua yang dinilainya memiliki peran besar dalam keberhasilan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, di balik toga yang dikenakan para wisudawan terdapat doa, pengorbanan, biaya, kesabaran, bahkan air mata orang tua yang tidak selalu terlihat.

“Hari ini bukan hanya hari kebahagiaan anak-anak kita. Ini adalah hari kemenangan Bapak dan Ibu. Gelar yang hari ini diterima sesungguhnya juga merupakan buah dari kesabaran dan perjuangan Bapak dan Ibu,” ujarnya.

Dorong Lulusan Berani Menghadapi Persaingan

Di hadapan para wisudawan, Rektor UIN Bukittinggi juga menekankan pentingnya membangun jejaring dan terus meningkatkan kapasitas diri setelah meninggalkan bangku kuliah.

Menurutnya, tantangan lulusan perguruan tinggi semakin kompleks seiring terbukanya persaingan kerja dan cepatnya perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Jangan hanya bertanya, pekerjaan apa yang akan saya dapatkan setelah wisuda? Bertanyalah lebih jauh: pekerjaan apa yang dapat saya ciptakan, persoalan apa yang dapat saya selesaikan, dan manfaat apa yang dapat saya berikan?” katanya.

Ia mengajak para lulusan menjadi pribadi yang gigih, tidak mudah menyerah, serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin saudara hanya menjadi alumni yang memiliki gelar. Kami ingin saudara menjadi alumni yang memiliki jejak dari gelar itu,” tegasnya.

Jejak tersebut, lanjut Silfia, bukan hanya jejak intelektual, tetapi juga jejak moral, sosial, dan kemanusiaan.

UIN Bukittinggi Perkuat Kapasitas dan Jejaring Internasional

Pada kesempatan tersebut, Silfia juga menyampaikan perkembangan UIN Bukittinggi yang terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia.

Pada 2026, UIN Bukittinggi telah memiliki Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang diresmikan Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Dengan bertambahnya fakultas tersebut, UIN Bukittinggi kini memiliki enam fakultas.

Selain itu, UIN Bukittinggi memiliki 26 program studi S1, delapan program studi S2, dan empat program studi S3, di samping program pendidikan profesi guru (PPG).

Pengembangan juga dilakukan melalui peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Para dosen didorong untuk terus mengembangkan kepakaran, memperkuat penelitian dan pengabdian internasional, serta membangun kolaborasi dengan para pakar dari luar negeri.

UIN Bukittinggi juga terus memperluas kerja sama, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia yang pada tahun ini menunjuk UIN Bukittinggi sebagai salah satu lokasi magang bagi mahasiswanya.

Menurut Silfia, mahasiswa juga terus didorong untuk memiliki pengalaman dan kiprah di tingkat internasional melalui berbagai kegiatan, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, penelitian, dan pengabdian internasional.

Empat Pesan untuk Alumni

Menutup sambutannya, Silfia menitipkan empat prinsip kepada para lulusan yang akan memasuki fase baru kehidupan, yakni ilmu, integritas, kepedulian, dan kebermanfaatan.

“Ilmu, agar Saudara memiliki kemampuan. Integritas, agar kemampuan itu tidak disalahgunakan. Kepedulian, agar Saudara tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Dan kebermanfaatan, agar kehadiran Saudara benar-benar dirasakan oleh orang lain,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa meskipun para mahasiswa telah meninggalkan ruang-ruang kelas, mereka tetap membawa nama almamater dalam perjalanan hidupnya.

“Ke mana pun Saudara pergi, jadilah duta kebaikan almamater. Buktikan bahwa lulusan UIN Bukittinggi mampu menjadi insan yang berilmu, beradab, profesional, terbuka terhadap dunia, kuat dalam nilai keislaman, dan hadir memberi solusi bagi masyarakat,” pesannya.

Silfia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

“Semoga ilmu Saudara menjadi cahaya, langkah Saudara menjadi ibadah, karya Saudara menjadi amal, dan kehadiran Saudara menjadi manfaat,” pungkasnya. (dam)