HUKUM & KRIMINAL TANJUNGPINANG

Pria 30 Tahun di Tanjungpinang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Aparat Polsek Tanjungpinag Barat dan Tim identifikasi Satreskrim Polresta Tanjungpinang membawa jasad korban ke rumah sakit guna menjalani proses visum dari tim medis RSUD Provinsi Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang, Rabu (09/09/2026)
Aparat Polsek Tanjungpinag Barat dan Tim identifikasi Satreskrim Polresta Tanjungpinang membawa jasad korban ke rumah sakit guna menjalani proses visum dari tim medis RSUD Provinsi Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang, Rabu (09/09/2026)

TANJUNGPINANG (HK) – Warga di Jalan Sunaryo, Kecamatan  Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di gegerkan atas ditemukannya seorang pria dalam kondisi meninggal dunia akibat gantung diri dengan seutas tali, di kamar mandi kosan tempat tinggalnya, Rabu (9/9/2026).

Anggota Polsek Tanjungpinag Barat yang mengetahui informasi tersebut dari laporan masyarakat langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati korban dalam keadaan tergantung, tanpa mengenakan baju dan  kepala ditutup kaos berwarna hitam.

Dari identitas korban diketahui bernama Wahyu (30), karyawan salah satu rumah makan.

Korban yang diketahui berbadan tambun itu, pertama kali ditemukan oleh Ria, pemilik kosan yang tengah membersihkan halaman pekarangan kosan sekitar pukul 07.00 WIB.

‎Saat menuju toilet sembari menyapu, Ria terkejut, Wahyu penghuni kos sudah tewas tergantung dengan kondisi mengenaskan dengan aroma bau tidak sedap.

‎“Pagi-pagi saat saya mau nyapu, menuju ke arah toilet, korban sudah tergantung, terperanjat saya di kira hantu, sambil berlari panggil warga sekitar,” ucapnya dengan wajah pucat cerita kepada awak media.

Informasinya, korban merupakan seorang pekerja sebuah rumah makan berdomisili di Jalan Pos Tanjungpinang, korban berasal dari pulau Pangkil, Bintan dan baru sekitar sebulan ngekos  ditempat ini.

Tim identifikasi Satreskrim Polresta Tanjungpinang yang turun ke TKP, tidak mendapati tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kendati demikian, untuk memastikan penyebab kematian, polisi melakukan evakuasi  ke RSUP Raja Ahmad Tabib untuk dilakukan visum.

Desil Warga Bisa Berubah, Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel

Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Malimta Bangun ketika dikonfirmasi media ini, membenarkan adanya peristiwa kejadian tersebut. Kendati demikian, ia belum bisa memastikan apa penyebab dan latar belakang kejadiannya.

“Masih kita selidiki lebih lanjut, dengan pengumpulan sejumlah barang bukti serta keterangan sejumlah saksi, termasuk menunggu hasil visum Tim medis rumah sakit,”pungkasnya Iptu Malimta Bangun. (nel)