NATUNA (HK) – Pemerintah Kabupaten Natuna akan menggelar Karnaval Budaya Natuna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-27 tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk melestarikan kebudayaan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Natuna.
Karnaval Budaya Natuna tahun ini mengusung tema “Harmoni Budaya di Lantai Samudra” dan akan dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan akan dimulai dari Lapangan Sepak Bola Srindit Ranai pada pukul 06.30 WIB dan berakhir di Pantai Piwang Ranai.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, pelaksanaan karnaval tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan serta melestarikan kebudayaan yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Ya, kita menyasar pengembangan kebudayaan kita yang eksis di tengah masyarakat,” kata Cen Sui Lan saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pengembangan kebudayaan perlu terus dilakukan karena memiliki keterkaitan dengan perkembangan daerah serta kehidupan masyarakat. Kebudayaan yang terus tumbuh diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerah.
“Ini perlu dilakukan untuk mencapai pertumbuhan kebudayaan Natuna yang terus berkembang dan berimplikasi langsung terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Cen berharap melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-27, seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi wadah memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah.
“Kegiatan ini juga bersempena dengan HUT Kabupaten Natuna ke-27. Mudah-mudahan daerah kita tetap aman dan terus maju,” harapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Hadisun, S.Ag., M.A.P., menjelaskan bahwa tema “Harmoni Budaya di Lantai Samudra” menggambarkan keterkaitan antara kekayaan alam dan geologi Natuna dengan keberagaman budaya masyarakat yang ada di daerah tersebut.
Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di kompleks Museum Bahari Natuna, kompleks Masjid Agung Natuna, Kamis (8/10/2026).
Ia mengatakan, Karnaval Budaya Natuna tahun ini secara khusus memberikan ruang kepada peserta untuk menampilkan kreativitas melalui kostum dan properti yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
“Karnaval kali ini fokusnya pada ide dan kreativitas kostum,” katanya.
Menurut Hadisun, peserta juga diwajibkan menggunakan desain kostum baru dan tidak diperbolehkan menggunakan kostum yang pernah ditampilkan pada Karnaval Budaya tahun-tahun sebelumnya.
Pendaftaran peserta dibuka pada 5-10 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di Sekretariat Panitia Karnaval Budaya di Museum Bahari Natuna, kompleks Masjid Agung Natuna.
“Kalau tanggal 10 Oktober kita buka pendaftaran pagi saja dan langsung melakukan technical meeting,” jelasnya.
Kegiatan tersebut terbuka bagi peserta perorangan, baik pria maupun wanita, dengan rentang usia 14 hingga 35 tahun.
Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan menampilkan pertunjukan berupa peragaan busana, kostum dan properti di lokasi yang telah ditentukan. Durasi pertunjukan maksimal tiga menit, dengan peserta menyiapkan sinopsis serta musik pengiring yang berkaitan dengan tema dan desain yang ditampilkan.
“Pertunjukan akan berlangsung di simpang tiga Pantai Piwang-Jalan Hangtuah, tepatnya di depan Bola Natuna, setelah peserta melakukan perjalanan dari Lapangan Sepak Bola Srindit Ranai di Jalan Dua Lajur Pasar Lama,” ujar Hadisun.
Ia menambahkan, panitia juga telah menetapkan sejumlah ketentuan demi menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan. Kostum maupun properti yang digunakan tidak boleh menggunakan bahan atau peralatan yang berbahaya serta tidak boleh merusak lingkungan.
Peserta juga tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan selama mengikuti karnaval.
Sementara itu, aspek penilaian meliputi desain kostum, properti dan perlengkapan, ide serta kreativitas desain, serta kesesuaian antara desain yang ditampilkan dengan tema karnaval.
Panitia juga telah menyiapkan hadiah bagi para peserta terbaik. Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp9 juta dan piala, juara kedua Rp7 juta dan piala, serta juara ketiga Rp5 juta dan piala.
Selain itu, tersedia hadiah Harapan I sebesar Rp3 juta, Harapan II sebesar Rp2 juta, serta hadiah hiburan masing-masing Rp1 juta untuk 10 peserta terbaik.
“Untuk saat ini peserta dan waktu pendaftaran masih dibuka untuk calon peserta lainnya,” papar Hadisun.
Hadisun menjelaskan, kebudayaan yang menjadi dasar inspirasi peserta adalah budaya tempatan Natuna, khususnya budaya Melayu, yang memiliki beragam bentuk dan ekspresi.
Ragam budaya tersebut mencakup ritual, adat istiadat, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga, kebendaan, hingga warisan budaya takbenda.
“Yang dinilai adalah desain kostum, ide dan kreativitas, serta keterkaitan desain dengan tema yang diadakan,” katanya.
Diketahui bahwa terdapat 15 ragam kebudayaan Natuna yang terdiri dari 10 kebudayaan tak benda dan lima kebudayaan benda. (fat)





