BATAM (HK) – Batam Tourism Polytechnic (BTP) atau Politeknik Pariwisata Batam resmi mengoperasikan Migrant Center, sebuah pusat layanan terpadu yang menyediakan informasi, edukasi, pendampingan, pelatihan, serta pengembangan karier internasional bagi mahasiswa, alumni dan masyarakat yang berminat merajut karier di luar negeri.
Peresmian yang berlangsung pada Senin (8/6) sore ini dilakukan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin didampingi Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Kepulauan Riau Kombes Pol Iman Riyadi.,SH MH dan Ketua Badan Pembina Yayasan Vitka Dr.H.Asman Abnur.,SE.,MSi bersama Direktur Politeknik Pariwisata Batam Siska Amelia Maldin.,MPd.
Sebelum tiba di kampus BTP, Menteri P2MI terlebih dahulu menghadiri agenda penting di ibu kota provinsi. Bertempat di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang.
Pada kesempatan itu juga, Menteri Mukhtarudin melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KP2MI dengan sejumlah instansi, termasuk Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Tanjungpinang, Pemkab Karimun, Politeknik Negeri Batam, serta Batam Tourism Polytechnic sendiri.
Selesai penandatanganan MoU pada pukul 14.15 WIB, Menteri beserta rombongan langsung bergerak menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura untuk menyeberang ke Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, dan melanjutkan perjalanan darat menuju kampus BTP.
Setibanya di lobby BTP pada pukul 15.40 WIB, rombongan disambut hangat dengan tradisi Oshibori dan Welcome Drink oleh jajaran manajemen.
Menteri P2MI kemudian dipandu untuk melakukan peninjauan ke berbagai fasilitas pembelajaran dan laboratorium praktik unggulan berstandar internasional yang dimiliki BTP.
Kunjungan singkat namun komprehensif ini meliputi Laboratorium Mixology, Laboratorium Barista, Individual Kitchen (dukungan Bank Indonesia Kepulauan Riau), Restaurant Numero Uno, hingga fasilitas praktik akomodasi perhotelan seperti Superior Room, Deluxe Room, dan Junior Suite Room. Rangkaian tinjauan ini mempertegas kesiapan institusi dalam mencetak kelulusan yang kompeten dan siap pakai di industri hospitality global.
Dalam sambutannya selaku tuan rumah Ketua Dewan Pembina Yayasan Vitka, Dr.H.Asman Abnur SE MSi menyampaikan bahwa kehadiran Migrant Center merupakan bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global.
“Kita harus memastikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki akses terhadap informasi, pelatihan, dan peluang kerja internasional yang berkualitas.
Migrant Center ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan talenta-talenta terbaik bangsa dengan peluang karier global yang aman, profesional, dan berkelanjutan,” ungkap Asman Abnur.
Menteri P2MI Mukhtarudin dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya kolaborasi strategis pasca-MoU yang baru saja diteken di Tanjungpinang.
“ Pekerja migran Indonesia merupakan aset bangsa yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
Kehadiran Migrant Center di lingkungan perguruan tinggi seperti BTP menjadi langkah nyata untuk memberikan informasi, pendampingan, dan perlindungan sejak tahap persiapan, sehingga generasi muda dapat bekerja di luar negeri dengan kompetensi yang unggul dan perlindungan yang optimal,” tegas Menteri P2MI.
Puncak acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita BTP Migrant Center secara simbolis oleh Menteri P2MI di Ruangan 205 Lantai 2 Politeknik Pariwisata Batam didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Vitka serta jajaran pimpinan Politeknik Pariwisata Batam. Direktur Politeknik Pariwisata Batam Siska Amelia Maldin.,MPd.
Kolaborasi Migrant Center di Politeknik Pariwisata Batam ini telah diinisiasikan bersama dengan BP3MI Kepulauan Riau melalui rangkaian koordinasi BP3MI Kepulauan Riau dalam rangka Gerakan Nasional Migran Aman.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang aman dan prosedural.
Melalui Gerakan Nasional Migran Aman, pemerintah bersama seluruh stakeholder terus memperkuat edukasi, pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih jalur penempatan resmi dan prosedural demi keamanan serta kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
Diharapkan bahwa Migrant Center ini didesain sebagai pusat layanan satu pintu.
Programnya mencakup sosialisasi peluang kerja luar negeri, konsultasi karier internasional, pendampingan penempatan, pelatihan kompetensi, penguatan literasi budaya kerja global, hingga fasilitasi jejaring resmi dengan mitra industri.
Selain itu, pusat ini akan difungsikan sebagai wadah kajian dan riset kebijakan mengenai mobilitas tenaga kerja sektor pariwisata.
Rangkaian acara di kampus BTP ditutup dengan foto bersama sebagai simbol solidnya komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan serta pemberdayaan pekerja migran Indonesia.
Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bersinergi dalam mewujudkan tata kelola pelayanan dan pelindungan PMI yang lebih baik di wilayah Kepulauan Riau.
Bersama wujudkan Migran Aman, Rakyat Sejahtera!
Politeknik Pariwisata Batam merupakan perguruan tinggi vokasi swasta yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pariwisata yang unggul, profesional, berkarakter, dan berdaya saing global melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. (eza)


