LINGGA (HK) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Lingga, Dodi Suhendra akhirnya angkat bicara terkait adanya polemik dugaan pernyataan bernada penghinaan terhadap Kabupaten Lingga yang beredar di media sosial (Medsos) yang telah memicu respons serius dari kalangan mahasiswa Lingga di Kepulauan Riau.
“Mohon maaf agak lama merespon, karena dari pagi hingga saat ini kami masih mengawal/ pengamanan aksi unjuk rasa kawan-kawan aliansi pemuda Kabupaten lingga. Terkait pemberitaan diatas,”kata Dodi Suhendra
Dikatakan, pihaknya baru dapat info melalui media ini, sehingga ia cukup terkejut mengenai hal dimaksud.
“Tentunya jika memang benar, kami sangat menyayangkan pernyataan oknum tersebut. Nanti kami akan telusuri lebih lanjut kebenarannya. Jika memang seperti yang diberitakan, maka akan ada proses tindak lanjut dan pembinaan tegas kepada yang bersangkutan,”ujar Dodi Suhendra.
Sebelumnya, Koordinator Gerakan Aksi Mahasiswa Kepulauan Riau (GAM Kepri), Yogi Saputra mengungkapkan, bahwa adanya komentar yang menyebut Lingga sebagai “kabupaten seremonial” diduga disampaikan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RAP, bertugas di Satpol PP Kabupaten Lingga.
“Persoalan ini tidak lagi sekadar perdebatan di media sosial, tetapi telah menyentuh aspek etika aparatur serta sensitivitas harkat dan martabat masyarakat daerah,”ujar Yogi (r/tim)





