- Amsakar dan Li Claudia Awali Peringatan HJB ke-196 dengan Ziarah ke Makam Zuriah Nong Isa
- Jelang Nataru, Lis Pastikan Pasokan Kebutuhan Pokok Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
- Tiga Sekolah di Tanjungpinang Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional
- Bintan Kembali Raih Terbaik I Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik
- Enam Kali Berturut-turut, Roby Kambali Bawa Bintan Raih Penghargaan Bergengsi Nasional Lewat IGA 2025
- Jalan Bakau Besar, Suak Midai Natuna Membutuhkan Infrastruktur Penangkal Abrasi.
- Bea Cukai Batam Amankan 682 Koli Pakaian Bekas Ilegal Sepanjang 2025
- Politeknik Lingga Buka Program Magang by Working ke Korea Selatan, Kerja Sama dengan Kongju University
BINTAN (HK) – Presiden RI, Ir Joko Widodo, bersama sejumlah menteri kabinet sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, dengan sejumlah delegasinya, Selasa (25/1), di kawasan wisata Lagoi.
Dari pertemuan pemimpin kedua negara tersebut, menyepakati sejumlah kerjasama antar kedua negara, sebagaimana yang direncanakan, yang disampaikan Presiden RI Jokowi dalam keterangan persnya dengan disiarkan langsung di kanal youtube Sekretariat Presiden, beberapa kerjasama kedua negara.
Baca juga: Jokowi Bertemu PM Singapura di Bintan
Jokowi menyampaikan, pertemuan ini membahas upaya penguatan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang, terutamanya di bidang ekonomi, dan saling tukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan.
Pertama, penguatan kerja sama di bidang pemulihan ekonomi, Jokowi menyampaikan Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia.
“Sejak Januari hingga September 2021 total investasi mencapai US$ 7,3 miliar,” sebut Jokowi.
Pertemuan retreat itu, mencatat adanya investasi baru senilai US$ 9,2 miliar bagian usaha, antara lain di bidang energi terbarukan di sekitar Batam, Pulau Sumba, dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hak logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.
