BATAM (HK) – Muhammad Arfah resmi dipercaya menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Batam periode 2026-2031.
Penunjukan ini berdasarkan hasil rekomendasi dari hasil Muscab PPP Kota Batam pada Sabtu (18/04/2026) lalu kepada Dewan Pimpinan Pusat (PPP).
Ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus awal langkah strategis PPP Kota Batam dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Dengan latar belakang organisasi dan politik yang cukup panjang, Arfah diharapkan mampu membawa angin segar bagi PPP Batam.
Dia sebelumnya pernah menjabat Ketua PAC PPP Batu Ampar (2023–2028), Ketua PAC Gerindra Batu Ampar (2020–2023), serta Ketua DPC Partai Garuda Kota Batam (2016–2019).
Di luar politik, ia juga dikenal sebagai Ketua Asosiasi Scaffolding dan praktisi di sektor oil and gas di Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam pernyataannya, Arfah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perolehan kursi PPP di legislatif Kota Batam pada 2029 mendatang.
“Target kita di tahun 2029 minimal tiga kursi. Mudah-mudahan bisa lebih, tapi itu target minimal yang harus kita capai,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mustahil, mengingat PPP Batam pernah mencatatkan capaian serupa pada periode sebelumnya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kerja kolektif seluruh kader.
Gaya kepemimpinan yang diusung Arfah juga menitikberatkan pada kombinasi antara pengalaman tokoh senior dan energi generasi muda.
“Kita akan mengajak tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama, tapi juga memberi ruang besar bagi generasi muda. Saat ini kepengurusan kita didominasi kader baru,” katanya.
Sebagai langkah awal, Arfah memprioritaskan pembenahan struktur partai hingga ke tingkat bawah.
Dia menargetkan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) di 12 kecamatan se-Kota Batam rampung dalam waktu tiga bulan.
“Dalam tiga bulan ke depan, seluruh PAC harus sudah terbentuk. Ini jadi prioritas utama kita,” tegasnya.
Tak hanya itu, evaluasi internal juga akan dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh pengurus bekerja aktif dan tidak sekadar tercantum secara administratif.
“Kita ingin pengurus benar-benar bekerja. Tidak hanya nama saja. Dalam tiga bulan akan kita evaluasi,” ujarnya.
Di sisi lain, PPP Batam juga dihadapkan pada tantangan verifikasi administrasi dan faktual menjelang Pemilu, yang harus dilalui layaknya partai baru.
“Verifikasi ini cukup berat, jadi perlu kerja sama semua kader,” tambahnya.
Saat ini, kepengurusan DPC PPP Batam tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap.
“Secara prinsip sudah mendapat restu dari pusat, tinggal menunggu SK dalam waktu dekat ini akan keluar,” jelas Arfah.
Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat soliditas dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kita harus solid dan bekerja bersama. Target kita jelas, menambah kursi di DPRD Batam pada 2029 mendatang,” pungkasnya. (dam)

