NATUNA (HK) – Harga sejumlah komuditas di Natuna, terutama sekali komuditas jenis bawang dan cabai terus mengalami kenaikan secara konstan.
Kenaikan ini terjadi sejak beberapa minggu belakangan ini dan harga tersebut terus mengalami perubahan ke arah yang lebih berat dirasa masyatakat.
Rahman, seorang konsumen di Natuna menyampaikan rasa terkejutnya karena kenaikan harga komuditas-komuditas yang datang dari luar daerah terus mengalami lonjakan yang seakan bersifat konstan.
“Kenapa harga barang naik terus ya, kejut juga rasanya,” ungkap Rahman di Ranai, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, harga komuditas yang paling kentara diketahuinya adalah barang-barang jenis bawang dan cabai. Kedua bahan makanan ini masih terus mengalami kenaikan sampai saat ini.
Dijelaskannya, harga bawang sebelum mengalami kenaikan berada pada kisaran harga Rp.18 ribu sekilo, setelah mengalami kenaikan harganya menjadi Rp. 30 ribu sekilo.
“Sekarang naik lagi, tadi pagi saya ngantar bini saya belanja, udah Rp. 40 ribu lagi harga bawang. Itu bawang yang biasa, kalau harga bawang Jawa tak tahu lagi lah kita berapa naiknya, itu pasti lebih tinggi lagi,” jelasnya.
Begitu juga dengan harga cabai. Harga komuditas ini sebelum mengalami kenaikan biasanya berada pada kisaran harga Rp. 70-80 ribu sekilo. Setelah mengalami kenaikan hargnya mencapai Rp.150 ribu sekilo.
“Terus ada pula harga cabai kering itu sampai Rp.140 ribu sekilo. Biasanya cabai kering harganya Rp.60 ribu. Kejut betul saya tadi lihat harga yang kayak gitu,” ungkapnya.
Ia mengaku yakin barang-barang dan komuditas lainnya turut mengalami kenaikan yang juga tidak kalah parahnya dengan kenaikan harga bawang dan cabai.
“Betul, hampir semua naik, Bang. Harga serai biasa pun sudah naik. Sekarang harga serai biasa Rp.15 ribu sekilo yang biasanya harganya Rp. 7 ribu sekilo. Serai pun naik juga, aneh betul,” timpal Hari, warga lainnya.
Dengan demikian mereka berharap ada campur tangan pihak-pihak berwenang untuk mewujudkan harga barang yang layak dan lebih terjangkau oleh masyarakat.
“Tapi kami yakin pemerintah tak tinggal diam dengan kondisi ini. Pemerintah pasti berupaya keras menstabilkan harga yang lebih perpihak kepada masyarakat. Mudah-mudahan lah cepat ada solusi,” ujarnya. (fat).



