Menu

Mode Gelap
Pengurus KNPI Kecamatan se-Bintan Dilantik Kunjungi Penyengat, Cak Imin Dorong Pariwisata Kepri jadi Destinasi Internasional Pakar Hukum Pidana Batam Sebut, Kinerja Kejaksaan Lebih Bak Dibanding KPK Hotel Berjaya Waterfront Johor Bahru Sediakan Sajian Tradisi Serumpun Selama Ramadhan 2025 Gembok Bekas Pabrik Garmen di Rawasari Diduga Diganti Sepihak, Hingga Menyulitkan Pemilik Mengambil Isi Barangnya Bernilai Miliaran Rupiah Satgas PASTI Blokir 796 Entitas Ilegal

NASIONAL

Dunia Internasional Akui 3 Tahun Indonesia Swasembada Beras

badge-check


					Presiden RI, Joko Widodo menerima penghargaan dari IRRI, Minggu (14/8/2022), di Istana Kepresidenan Jakarta. Perbesar

Presiden RI, Joko Widodo menerima penghargaan dari IRRI, Minggu (14/8/2022), di Istana Kepresidenan Jakarta.

JAKARTA (HK) – Lembaga Internasional, Pusat Penelitian Beras Dunia, ataupun International Rice Research Institute (IRRI), memberikan penghargaan terhadap Republik Indonesia yang selama tiga tahun terakhir mampu mencapai swasembada beras secara berturut-turut. Pengharagaan ini diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta.

IRRI menilai, Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok domestik dalam hal ini beras lebih dari 90 persen. Diketahui, produksi beras nasional dari tahun 2019 konsisten beradi di angka 31,3 juta ton sehingga berdasarkan hitungan BPS jumlah stok akhir di bulan April 2022 tertinggi di angka 10,2 juta ton.

“Dan kalau ditanya barangnya ada di mana? ya ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran dan juga juga di Bulog. Plus beberapa di industri-industri pangan. Inilah yang menyebabkan kenapa Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah mencapai swasembada pangan,” ujar Presiden Jokowi, Minggu (14/8/202).

Presiden mengatakan, di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan produksi nasional dan menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi bagi kondisi pangan internasional.

“Terimaksih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku, bekerja di sawah, serta para petani Indonesia, atas kerja kerasnya. Tentu saja bupati, gubernur dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang semuanya bekerja sama dengan riset-riset dari universitas perguruan tinggi yang kita miliki. Dan ini adalah kerja yang terintegrasi dan kerja gotong royong,” kata presiden.

Dijelaskan Presiden, salah satu infrastruktur yang selama ini dibangun Indonesia sejak tahun 2015 adalah infrastruktur di bidang pertanian. Tercatat, ada bendungan yang sudah diresmikan mencapai 29 dan tahun ini akan selesai lagi 38 bendungan dengan target sampai tahun 2024 lebih dari 61 bendungan.

“Kita juga membangun embung dan 4.500 jaringan irigasi yang dibangun selama 7 tahun terakhir, selain juga kita terus memanfaatakan varietas unggul padi, intensifikasi dan ekstensifikasi. Kita berharap, ke depan tidak hanya beras yang swasembada, tetapi kita jagung dan lainya,” katanya.

Presiden menambahkan, untuk program diversifikasi juga dapat dioptimalkan dengan baik untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional. Dan saat ini, Indonesia terus melakukan penanaman sorgum sebagau subtitusi yang bisa menggantikan gandum.

“Diversifikasi pangan hati-hati, kita tidak hanya tergantung pada beras tetapi harus kita mulai juga untuk jenis-jenis bahan pangan yang lainnya. Kita sudah mulai kemarin di Waingapu sorgum,” paparnya.

Kemudian, pungkas Presiden Jokowi, di beberapa provinsi lainnya, ada tanaman jagung juga di produksi besar besaran.

“Maka, yang dulunya harus impor 3,5 juta ton, hari ini kita hanya impor kira-kira 800 ribu ton saja. Ini sebuah lompatan yang sangat besar sekali, dan kita harapkan dengan terus-menerus kita konsentrasi ke sana,” jelasnya. (r)

Baca Lainnya

Kunjungi Penyengat, Cak Imin Dorong Pariwisata Kepri jadi Destinasi Internasional

25 Januari 2025 - 22:43 WIB

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar saat melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat, Sabtu (25/1)

Pakar Hukum Pidana Batam Sebut, Kinerja Kejaksaan Lebih Bak Dibanding KPK

25 Januari 2025 - 22:36 WIB

Pakar Hukum Pidana UNRIKA BATAM Dr Alwan Hadianto, SH. MH

Hotel Berjaya Waterfront Johor Bahru Sediakan Sajian Tradisi Serumpun Selama Ramadhan 2025

25 Januari 2025 - 21:46 WIB

Gembok Bekas Pabrik Garmen di Rawasari Diduga Diganti Sepihak, Hingga Menyulitkan Pemilik Mengambil Isi Barangnya Bernilai Miliaran Rupiah

25 Januari 2025 - 17:29 WIB

Kondisi Bangunan Pabrik Garmen di Jalan Rawa Sari Kota Tanjungpinang, Milik Arbain yang menjadi Sengketa dengan Hai Seng yang saat ini cukup memprihatinkan akibat lama tidak beraktivitas

Satgas PASTI Blokir 796 Entitas Ilegal

24 Januari 2025 - 23:37 WIB

Trending di BERITA TERKINI