Menu

Mode Gelap
Jaga Objektivitas, Soerya Respationo Serukan Transparansi Lembaga Survei dalam Penilaian Citra Penegakan Hukum di Indonesia 1.200 Ekor Burung Pipit Tanpa Dokumen KH2 dari Jambi Dimankan di Batam Kapolda Kepri bersama Kapolresta Tanjungpinang Hadiri Malam Perayaan Imlek 2476 Rutan Tanjungpinang Razia Kamar Hunian Warga Binaan Peringatan Isra Mi’raj di Pulau Penyengat Milad ke-27, STIE Pembangunan Tanjungpinang Gelar Berbagai Perlombaan

NASIONAL

Ferdy Sambo Mengaku Bunuh Brigadir J

badge-check


					Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo jadi tersangka kasus pembunuhan Brigdir J.  - VIVA Perbesar

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo jadi tersangka kasus pembunuhan Brigdir J. - VIVA

Karena Merasa Istri Dilecehkan.

JAKARTA (HK) – Mabes Polri mengungkap hasil pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo.

Kepada Timsus Polri, Ferdy Sambo mengaku marah saat mendengar laporan Putri Candrawathi bahwa istrinya tersebut mendapat perlakuan yang melukai harkat martabat keluarga di Magelang dari almarhum Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Hingga akhirnya, berdasarkan pengakuan, Ferdy Sambo memanggil Bharada E dan Bripka RR untuk membunuh Brigadir J.

“Dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC, yang mendapat perlakuan yang melukai harkat martabat keluarga di Magelang yang dilakukan Brigadir J,” kata Direktur Pidana Umum Mabes Polri Brigjen Andi Rian, Kamis (11/8/2022) malam.

“FS (Ferdy Sambo) memanggil RE (Bharada E) dan RR (Bripka RR) untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yosua,” lanjut Andi. Andi menegaskan keterangan tersebut didapatkan dari BAP yang disampaikan oleh Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J pada Selasa, 9 Agustus lalu. Penetapan tersangka diumumkan langsung di Mabes Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menyebut Ferdy Sambo adalah orang yang memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J hingga tewas. Kemudian, Sambo menggunakan pistol Brigadir J untuk ditembak ke dinding agar seolah menciptakan kesan baku tembak.

Atas hal ini Sambo dijerat Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Penyidik menerapkan Pasal 340 jo Pasal 338 jo Pasal 55 jo 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dalam keterangan resmi Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Total ada empat tersangka di kasus ini yakni Ferdy Sambo, Bharada E, KM, dan Bripka RR. Selain itu Polri menetapkan 31 anggotanya terbukti melakukan pelanggaran etik karena tidak profesional melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Sambo. (cnn)

Sumber: CNN ID

Baca Lainnya

Jaga Objektivitas, Soerya Respationo Serukan Transparansi Lembaga Survei dalam Penilaian Citra Penegakan Hukum di Indonesia

30 Januari 2025 - 10:05 WIB

Prof. Dr. H.M. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M.

1.200 Ekor Burung Pipit Tanpa Dokumen KH2 dari Jambi Dimankan di Batam

30 Januari 2025 - 09:10 WIB

Kapolda Kepri bersama Kapolresta Tanjungpinang Hadiri Malam Perayaan Imlek 2476

29 Januari 2025 - 14:24 WIB

Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi ikut berpartisipasi dalam perayaan malam tahun baru Imlek 2476 Kongzili, di Jl. Merdeka, Kota Tanjungpinang, Selasa (28/I1/2025) malam.

Rutan Tanjungpinang Razia Kamar Hunian Warga Binaan

28 Januari 2025 - 20:53 WIB

Petugas Rutan Kelas I Tanjungpinang kembali saat melaksanakan razia rutin di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (28/01/2025)

Peringatan Isra Mi’raj di Pulau Penyengat

28 Januari 2025 - 19:45 WIB

Pemko Tanjungpinang menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah/2025 Masehi di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Pulau Penyengat, Minggu (26/1).
Trending di BERITA TERKINI