Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS) Kota Tanjungpinang menggelar Lomba Public Speaking dan Penulisan Opini bertema Beda Suku, Satu Indonesia: Menjaga Persatuan di Media Sosial dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, bertempat di Delight Cafe & Bistro, Kota Tanjungpinang, Rabu (28/10/2026)
TANJUNGPINANG (HK) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS) Kota Tanjungpinang sukses menggelar kegiatan Lomba Public Speaking dan Penulisan Opini, bertempat di Delight Cafe & Bistro, Kota Tanjungpinang, Rabu (28/10/2026)
Acara ini mengusung tema krusial yang relevan dengan tantangan zaman, yakni “Beda Suku, Satu Indonesia: Menjaga Persatuan di Media Sosial”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon nyata mahasiswa Nias di Tanjungpinang terhadap maraknya narasi perpecahan, hoaks, dan provokasi berlatar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang kerap mewarnai ruang digital hari ini.
Melalui ajang ini, setiap mahasiswa Nias ditantang untuk menjadi agen perdamaian dan motor penggerak literasi di media sosial.
Dalam pembukaan acara, Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS) Kota Tanjungpinang aktif saat ini, Lesna Willy Helmi Laila, menyampaikan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai dengan keikutsertaan nyata bagi bangsa melalui peningkatan kesadaran kritis dan komunikasi yang bertanggung jawab di dunia maya.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan agar mahasiswa Nias tidak sekadar menjadi penonton atas fenomena sosial, tetapi mampu menganalisis masalah dan menawarkan solusi objektif. Kemampuan public speaking dan penulisan opini adalah dua hal berbeda yang saling melengkapi dalam membangun argumentasi sehat serta menghargai perbedaan pendapat. Melalui wadah formal ini, kami ingin membentuk karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial setiap anggota Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS),” ujar Lesna Willy Helmi Laila.
Lesna juga menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan realitas masyarakat majemuk di era digital. Di tengah ancaman ujaran kebencian dan informasi palsu, seluruh kader mahasiswa Nias dituntut memiliki literasi digital yang memadai untuk menjadi agen pemersatu di dunia maya.
“Kami berkomitmen agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan menjadi program berkelanjutan. Ke depan, dengan memperluas kolaborasi, Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS) Kota Tanjungpinang bertekad terus melahirkan generasi mahasiswa Nias yang cerdas secara intelektual, berintegritas, serta teguh menjaga persatuan di tengah keberagaman,”ujarnya.
Hadir memberikan arahan dan bimbingan langsung setelahnya, Pembina Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS) Kota Tanjungpinang, Desman Pasrah Jaya Hia, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh kader atas inisiatif cerdas dalam menyelenggarakan kegiatan berbasis intelektual ini.
“Kami selaku orang tua dan pembina sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Lomba public speaking dan penulisan opini ini memberikan ruang sekaligus kesempatan yang berharga bagi anak-anak kami untuk menguji kemampuan diri, serta belajar menyampaikan gagasan secara terstruktur di depan umum,”ungkap Desman.
Lebih lanjut, Desman menekankan pentingnya memaknai esensi Sumpah Pemuda di era digital. Menurutnya, pemuda terdahulu berjuang menyatukan segala perbedaan demi kemajuan bangsa, dan tugas generasi mahasiswa Nias hari ini adalah meneruskan perjuangan tersebut dengan cara yang nyata.
“Harapan kami sebagai orang tua, implementasi dari semangat Sumpah Pemuda ini harus nyata di ranah generasi saat ini. Teruskan perjuangan para pahlawan melalui proses belajar yang konsisten, aktif berorganisasi, dan melahirkan karya-karya positif. Dengan begitu, pemuda-pemudi kita tidak hanya jago di dalam negeri, tetapi memiliki kompetensi yang kuat untuk bersaing dengan pemuda-pemudi dari negara tetangga,”terangnya.
Sementara itu, dalam sambutannya mewakili jajaran Demisioner dan Alumni, Ide Jaya Waruwu selaku Demisioner sekaligus Ketua Umum PERMAS periode 2024/2025, juga menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas inovasi kepengurusan saat ini yang dinilai sangat tanggap terhadap isu-isu kebangsaan.
“Sebagai mahasiswa Nias yang hidup di tanah perantauan, kita adalah saksi hidup indahnya keberagaman Indonesia. Tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi jarak geografis, melainkan ruang digital. Media sosial kerap menjadi medan pertempuran gagasan yang rentan mengikis toleransi jika tidak disikapi dengan bijak,” ujar Ide Jaya Waruwu.
Ia juga menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi para kader.
“Melalui lomba public speaking, adik-adik kita dilatih menjadi suara penyejuk di ruang publik yang merangkul, bukan memukul. Sedangkan melalui penulisan opini, mereka mengasah ketajaman literasi digital. Satu artikel opini yang jernih dan berbasis data bisa menyelamatkan ribuan orang dari jebakan provokasi di media sosial,” tambahnya.
Acara yang turut dihadiri oleh jajaran fungsionaris kepengurusan aktif, para kader, serta perwakilan dari jajaran demisioner terdahulu dan alumni, ditutup dengan foto bersama.
Seluruh elemen Perkumpulan Mahasiswa Nias (PERMAS) Kota Tanjungpinang berharap esensi dari kegiatan ini dapat terimplementasi secara nyata dalam kehidupan digital sehari-hari demi keutuhan NKRI.(nel)





