BATAM

Batam Dikepung Kabut Asap, Matahari Hilang dan Gedung Tinggi Mendadak Samar

BATAM (HK) – Batam berubah kelabu, Senin (28/9/2026). Sejak pagi hingga sore, kabut asap pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Batam. Matahari yang biasanya menyengat pada siang hari seolah menghilang di balik kepungan kabut.

Pemandangan kota pun berubah. Gedung-gedung tinggi yang menjadi penanda kawasan perkotaan terlihat samar dari kejauhan. Suasana bahkan terasa seperti Batam masih berada di waktu subuh.

Sejumlah gedung-gedung tinggi di Batam seolah tertutup lapisan kabut berwarna abu-abu. Kondisi ini membuat jarak pandang di sejumlah kawasan terlihat menurun.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang diperbarui pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI US) Batam berada di angka 91. Statusnya masih berada dalam kategori sedang.

Sementara itu, suhu udara tercatat sekitar 30 derajat Celsius. Kecepatan angin mencapai 19 kilometer per jam dengan tingkat kelembapan 68 persen.

Kabut asap yang menyelimuti Batam menjadi perhatian karena adanya partikel polutan di udara, termasuk PM2.5.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera juga dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah lain.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar ruangan disarankan membatasi aktivitas. Penggunaan masker juga dianjurkan saat harus beraktivitas di luar rumah.

Perkembangan kualitas udara dan jarak pandang pun menjadi hal yang perlu terus dipantau. (dam)