NATUNA (HK) – Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna tengah gencar membangun tapak-tapak kemakmuran untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tapak-tapak ini dibangun berdasarkan karakteristik wilayah dan masyarakat untuk tujuan kesejahteraan, kemudahan dan pendayagunaan serta pelestarian seluruh sumberdaya yang tersedia.
Camat Bunguran Tengah, Suhandrik yang menakhodai pembangunan di wilayah tersebut mengakui, pembangunan yang berbasis karakter wilayah itu sengaja dipilih supaya ciri khas wilayahnya tetap menonjol dan berdayaguna sebagai sumber penghidupan masyarakat.
“Kami tidak mau memaksakan sesuatu yang tidak ada di sini. Di tempat kami ada yang masyarakat agraris, tanah yang subur dan hewan ternak yang berkembang dengan baik. Kami syukuri semua itu dan itu yang kami dorong untuk mewujudkan kemajuan” kata Suhandrik di Kantornya, Rabu (16/9/2026), kemarin.
Menurutnya, membangun dengan basis karaktristik wilayah itu mengandung berbagai kelebihan seperti terpenuhinya unsur pemanfaatan sumberdaya, pelestarian lingkungan dan kebudayaan serta terpenuhinya unsur kemakmuran itu sendiri.
“Dan kalau kita membangun sesuai karakter wilayah itu akan lebih mudah kita jalankan. Apa yang kita lakukan dapat dilaksanakan oleh masyarakat sebab mereka sudah menguasai wilayah dan memiliki keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Kita tinggal melakukan pemantapan saja melalui kegiatan-kegiatan pelatihan yang diperlukan,” papar Camat Suhandrik.
Adapun model kemakmuran yang dibangun Kecamatan Bunguran Tengah itu meliputi peternakan sapi, pertanian, perkebunan dan perikanan air tawar khususnya ikan lele.
Peternakan sapi terus didorong sebagai landasan kesejahteraan masyarakat karena sektor ini cocok dengan sifat-sifat wilayah.
“Dan alhamdullilah untuk sapi kami sudah mampu mengirim ke luar Natuna di setiap bulannya berkat kerjasama yang kami bangun dengan pengusaha di luar Natuna,” tutur Camat Suhandrik.
Begitu juga dengan sektor pertanian, saat ini Kecamatan Bunguran Tengah sedang gencar mendorong kelompok tani agar fokus pada peningakatan produksi pertanian.
Sektor ini didorong melalui berbagai uapaya seperti dukungan sarana pertanian, pupuk, infstruktur irigasi, perluasan jaringan irigasi hingga ke pencarian dukungan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang sekiranya dapat disalurkan melalui program- program bantuan dan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk para petani.
“Alhamdulillah tahun 2025 kami mendapatkan satu buah traktor jonder dari CSR Bank Indonesia (BI) sehingga sangat membantu mempercepat pengolahan lahan persiapan lahan pertanian. Dan banyak lagi program-program APBN yang kami usulkan, bahkan ada juga yang sudah dipenuhi ,” sambungnya.
Kemudian Kecamatan Bunguran Tengah juga mendorong terciptanya kemakmuran melalui kegiatan-kegiatan hilirisasi hasil pertanian yang didorog melalui UMKM yang memproduksi hasil pertanian seperti pengolahan cabai kering menjadi saos.
Selain di sektor produksi dan hilirisasi, Kecamatan Bunguran Tengah juga mendorong terciptanya keterbukaan pasar untuk para petani dan peternak.
Langkah ini dilakukan melaui upaya- upaya koordinasi dengan MBG, Koperasi Desa Merah Putih dan pasar-pasar lain yang berpotensi dapat menampung hasil produksi pertanian, peternakan dan perikanan Kecamatan Bunguran Tengah.
“Intinya kerja keras kami terfokus pada dua sisi itu yakni peningkatan produksi dan keterbukaan pasar. Kalau keduanya sudah terpenuhi, Insya Allah kemakmuran itu akan meningkat,” ungkapnya.
Disamping itu ia juga mengaku bersyukur karena warga setempat memiliki semangat dan antusias yang tinggi untuk menjalani sektor pertanian, peternakan dan industri yang digalakkan.
“Itu yang bagi kami sangat menggembirakan karena kalau semangat sudah ada, kita tidak payah-payah sekali melangkah. Mudah-mudahan semangat ini terus tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat,” pungkasnya. (fat).





