EKONOMI KARIMUN

Vanda RE Dorong Ketahanan Finansial Keluarga Nelayan di Karimun

Vanda RE menggelar lokakarya literasi keuangan bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Karimun, Rabu (9/9/2026) di Kantor Desa Rawajaya

KARIMUN (HK) – Penghasilan yang bergantung pada musim dan kondisi cuaca membuat keluarga nelayan harus cermat mengatur keuangan rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi perhatian Vanda RE yang menggelar lokakarya literasi keuangan bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Karimun.

Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Rawajaya, Rabu (9/9/2026), itu diikuti 40 peserta dari tiga desa. Mayoritas peserta merupakan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan.

Melalui lokakarya tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, tetapi juga dibekali langkah praktis untuk mengatur pendapatan, menyiapkan dana darurat hingga membangun tabungan keluarga.

Materi disesuaikan dengan kondisi masyarakat nelayan yang menghadapi tantangan pendapatan tidak tetap akibat perubahan musim dan cuaca.

Lokakarya tersebut difasilitasi Devina Wistiasari, S.M., M.M., Kepala Biro Kemitraan Institut Teknologi Batam (ITEBA) sekaligus dosen Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen ITEBA.

Sambut Mid-Autumn Festival, Grand Mercure Batam Centre Hadirkan Mooncake Eksklusif “Moonlit Harmony”

Kepala Desa Rawajaya, Yusri, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi pengelolaan keuangan menjadi pengetahuan penting yang dapat langsung diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Lokakarya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Ada banyak hal mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga yang sebelumnya mungkin belum sepenuhnya kami pahami,” kata Yusri.

Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga mengelola keuangan dengan lebih baik.

“Melalui lokakarya ini, kami mendapatkan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kamarudin, salah seorang peserta. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan yang dinilai penting untuk mempersiapkan masa depan keluarganya.

XLSMART Hubungkan Batam hingga Jepang Lewat Kabel Laut CANDLE 8.000 Km

“Saya bersyukur atas pengetahuan yang kami peroleh dari lokakarya ini. Apa yang kami pelajari hari ini dapat membantu kami mempersiapkan masa depan dengan lebih baik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anak dan cucu kami,” ungkapnya.

Kamarudin juga berkomitmen menerapkan pengetahuan tersebut di lingkungan keluarganya.

“Saya akan terus menerapkan dan membagikan pengetahuan ini kepada keluarga agar manfaatnya dapat dirasakan hingga tahun-tahun mendatang,” katanya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Vanda RE menyebut lokakarya literasi keuangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Pemkab Natuna Serahkan Bantuan Puluhan Ribu Benih Ikan ke Enam Kelompok Budidaya

Direktur Vanda RE, Enda Ginting, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kebutuhan yang disampaikan masyarakat dalam berbagai diskusi dengan perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang bekerja dalam kemitraan dengan masyarakat Karimun, kami ingin memastikan kehadiran Vanda RE dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Enda.

Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah menyampaikan kebutuhan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga.

“Kami berharap lokakarya ini dapat membekali para peserta dengan wawasan praktis untuk mengelola keuangan secara lebih terstruktur dan memperkuat ketahanan finansial mereka,” ujarnya.

Selain literasi keuangan, Vanda RE juga menyatakan komitmennya mendukung pengembangan sosial, peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Saat ini, Vanda RE tengah mengembangkan Proyek Vanda Solar & Battery di Kepulauan Riau. Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas pembangkit tenaga surya 2.000 MW dan sistem penyimpanan baterai berkapasitas 4.400 MWh.

Proyek energi terbarukan tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja hijau, memperkuat rantai pasok teknologi bersih serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal di Indonesia.

Vanda RE merupakan perusahaan patungan Gurīn Energy dan Gentari yang mengembangkan proyek energi terbarukan di Asia. Di Kepulauan Riau, perusahaan tersebut mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berskala utilitas dan sistem penyimpanan energi baterai sebagai bagian dari rencana kerja sama listrik hijau antara Indonesia dan Singapura. (r/dam)