HUKUM & KRIMINAL LINGGA

Kapolres Lingga Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Kudung

Tim Gabungan yang terdiri TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa, masyarakat maupun pihak perusahaan saat memadamkan api di Desa Kudung, Lingga///
Tim Gabungan yang terdiri TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa, masyarakat maupun pihak perusahaan saat memadamkan api di Desa Kudung, Lingga///

LINGGA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, S.H S.I.K M.H memberikan apresiasi atas kerja keras tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Kudung,, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa, masyarakat maupun pihak perusahaan yang bersama-sama berupaya melakukan pemadaman. Kondisi lahan gambut dan rawa kering memang menjadi tantangan tersendiri karena bara api dapat bertahan di dalam tanah dan kembali menimbulkan asap.” kata AKBP Dr Pahala Martua Nababan, Senin (9/2026)

Kapolres menegaskan bahwa upaya pemadaman akan terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel serta pencegahan agar api tidak meluas ke wilayah perkebunan dan permukiman masyarakat.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan pemadaman sampai kondisi benar-benar aman. Personel di lapangan juga kami minta tetap mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi medan, cuaca panas, angin kencang, keterbatasan sumber air dan titik api yang tersebar,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, kebakaran berada di wilayah Dusun I Kudung, Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur. Luas lahan yang terbakar pada kejadian sebelumnya tanggal 22 Agustus 2026 diperkirakan sekitar 15 hektare dan saat ini area terdampak diperkirakan meluas menjadi kurang lebih 32 hektare. Sementara sekitar 20 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Respon Cepat Polsek Tanjungpinang Timur Bersama Damkar dan TNI AD Padamkan Kebakaran Lahan Kosong di Jalan Daeng Celak

Kondisi lahan yang terbakar merupakan area gambut dan rawa kering dengan sejumlah pohon besar yang telah lapuk. Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat asap dan bara di sejumlah titik.

Proses pemadaman juga menghadapi sejumlah kendala, antara lain sulitnya mendapatkan sumber air, cuaca panas, angin kencang, titik api yang tersebar, serta keterbatasan peralatan khususnya selang pemadam.

Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa (nihil) dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Kapolres Lingga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran di lahan dan hutan. Apabila menemukan titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan adalah langkah yang paling penting dalam mengantisipasi karhutla,” pungkasnya.

Pokir Hanafie Ekra, Disperkim Kepri Bangun Podium Lapangan Futsal Bukit Belah, Motivasi Generasi Muda Aktif Berolahraga

Informasi yang diperoleh pemadaman dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026), dengan melibatkan personel Polsek Daik Lingga, BPBD Kabupaten Lingga, TNI AD, TNI AL, masyarakat Desa Kudung, serta karyawan PT CSA.

Sebelum menuju lokasi, seluruh personel terlebih dahulu melaksanakan apel dan pengecekan perlengkapan. Sekitar pukul 14.10 WIB, tim bergerak menuju titik api dengan membawa mesin Robin dan selang pemadam, menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih 700 meter.

Sekitar pukul 14.40 WIB, tim tiba di lokasi tandon air keempat dan langsung bergerak melakukan pemadaman di sejumlah titik api. Petugas memprioritaskan titik-titik yang mengarah ke kebun sagu masyarakat guna mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi tiga kelompok karena titik api tersebar di beberapa lokasi. Tim juga menambah tandon air untuk memperlancar suplai air dari sumber terdekat menuju titik api yang sulit dijangkau.

Selain melakukan pemadaman, masyarakat turut membantu membuka akses jalan agar mobilisasi personel dan peralatan menjadi lebih mudah. Tim gabungan juga membuat sekat atau jalur pemutus api sebagai langkah antisipasi agar kobaran tidak merambat menuju perkebunan sagu milik masyarakat. (tir)

108 dari 114 Orang yang Diamankan Polda Kepri di Muka Kuning Batam Positif Narkoba