KARIMUN (HK) – Semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Pulau Sugi, Kabupaten Karimun. Sebanyak 307 miniatur perahu layar atau jong memeriahkan Pesta Rakyat Jong Race Festival Sugie Besar 2026, sebuah perlombaan tradisional yang kembali digelar setelah lima tahun.
Kegiatan yang berlangsung pada 18 hingga 20 Agustus 2026 di Buah Rawa, Desa Rawajaya itu mendapat dukungan dari Vanda RE dan menjadi ajang silaturahmi masyarakat sekaligus upaya melestarikan tradisi Melayu Kepulauan Riau.
Festival ini diikuti 15 kelompok dari berbagai wilayah di Kabupaten Karimun. Ratusan jong yang terdaftar kemudian berlaga dalam tiga kategori berdasarkan ukuran perahu.
Bagi masyarakat Melayu pesisir, jong bukan sekadar permainan. Miniatur perahu layar yang melaju mengandalkan kekuatan angin itu menjadi bagian dari identitas budaya serta mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat dengan laut dan pengetahuan maritim yang diwariskan secara turun-temurun.
Director Vanda RE, Enda Ginting, mengatakan perayaan Hari Kemerdekaan menjadi momen istimewa untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal.
“Hari Kemerdekaan Indonesia merupakan momen istimewa yang setiap tahun kami rayakan bersama masyarakat Kabupaten Karimun. Tahun ini, kami sangat senang dapat kembali menghadirkan lomba jong dengan dukungan masyarakat setempat, sekaligus mempererat kebersamaan dan menjaga agar tradisi lokal yang penting ini tetap lestari,” ujar Enda.
Menurutnya, jong yang memanfaatkan tenaga angin memiliki makna yang sejalan dengan semangat pengembangan energi terbarukan.
“Jong memanfaatkan kekuatan angin, yang sejak lama mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari bepergian hingga berdagang. Dengan semangat yang sama, kami berharap proyek tenaga surya Vanda RE dapat mengubah energi matahari menjadi peluang-peluang baru bagi masyarakat Karimun,” katanya.
Ia menegaskan, Vanda RE berkomitmen mengembangkan proyek energi bersih dengan tetap menghormati masyarakat, tradisi, dan lingkungan.
Sementara itu, Sumar, yang meraih juara pertama kategori jong besar, menyebut lomba tersebut sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga.
“Bagi kami, lomba jong bukan sekadar perlombaan, tetapi juga tradisi dan warisan budaya masyarakat Kepulauan Riau yang menjadi kebanggaan serta harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Sumar.
Ia mengapresiasi dukungan panitia dan Vanda RE sehingga perlombaan dapat kembali digelar dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi leluhur.
Hal senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Sugie Besar, Mahfud. Ia mengatakan antusiasme masyarakat dalam Jong Race 2026 sangat tinggi, terutama dari peserta yang membawa miniatur jong hasil karya sendiri.
“Jong merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. Kami berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Sekretaris Panitia Jong Race 2026 sekaligus perwakilan pemuda Desa Rawajaya, Azwan Anas, juga mengapresiasi keterlibatan Vanda RE.
Menurutnya, dukungan terhadap Jong Race tidak hanya membantu menyukseskan kegiatan, tetapi juga mendorong semangat sportivitas dan prestasi masyarakat serta menjaga kearifan lokal Kepulauan Riau.
Komitmen Bersama Masyarakat
Penyelenggaraan Jong Race tahun ini melanjutkan keterlibatan Vanda RE dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Karimun.
Pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan tersebut telah mendukung sejumlah kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan di Pulau Sugi serta kegiatan sosial dan keagamaan, seperti buka puasa bersama, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan perayaan Iduladha.
Pada Januari 2026, Vanda RE juga menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU dengan Pemerintah Kabupaten Karimun. Kerja sama tersebut mencakup bidang infrastruktur publik, penyerapan tenaga kerja lokal, penyediaan energi bersih, perizinan, serta peluang bagi perusahaan dan pemasok lokal.
Saat ini, Vanda RE tengah membangun Vanda Solar & Battery Project, proyek pembangkit listrik tenaga surya dan sistem penyimpanan energi berskala utilitas di Kepulauan Riau.
Proyek tersebut dirancang dengan kapasitas tenaga surya sebesar 2.000 MW dan penyimpanan baterai 4.400 MWh. Selain mendukung pertumbuhan energi bersih, proyek ini diharapkan dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja hijau, dan mendorong perkembangan industri teknologi bersih di Indonesia.
Melalui kembali digelarnya Jong Race setelah lima tahun, semangat kemerdekaan di Pulau Sugi tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan warisan budaya Melayu tetap berlayar dari generasi ke generasi. (r/dam)





