BATAM (HK) — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam mendorong lahirnya desainer muda dan pelaku usaha fashion yang kreatif, inovatif, serta mampu membawa produk lokal Batam menembus pasar nasional hingga internasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kota Batam, Hj. Erlita Amsakar Achmad, saat membuka Pelatihan Fashion Design Tahun 2026 di Aula Dekranasda Kota Batam, Selasa (18/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama 18–22 Agustus 2026 itu diikuti pelaku IKM/UMKM Kota Batam. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Irna Mutiara dan Reyfa Adreyna Mutiaranisa.
Erlita mengatakan, fashion tidak sekadar berkaitan dengan pakaian dan penampilan. Menurutnya, fashion merupakan bagian dari industri kreatif yang memiliki potensi besar dalam membuka lapangan usaha, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah.

“Fashion bukan sekadar tentang pakaian dan penampilan. Fashion merupakan bagian dari industri kreatif yang memiliki potensi besar untuk membuka lapangan usaha, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah,” ujar Erlita dalam sambutannya.
Ia menilai Batam memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri fashion. Sebagai kota industri, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, Batam juga memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan negara tetangga serta didukung masyarakat yang beragam dan dinamis.
Karena itu, Erlita menyebut pelatihan fashion design menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas pelaku maupun calon pelaku usaha fashion di Batam.
Ia berharap peserta tidak hanya menguasai teknik mendesain busana, tetapi juga mampu menciptakan desain yang memiliki karakter, nilai jual, mengikuti perkembangan tren, dan tetap mengangkat potensi lokal.
Belajar Bangun Brand dan Baca Tren Pasar
Kehadiran Irna Mutiara sebagai salah satu narasumber, kata Erlita, menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi.
Dengan pengalaman dan kiprahnya dalam membangun serta mengembangkan Irna La Perle, peserta diharapkan dapat mempelajari proses kreatif, membangun identitas brand, membaca tren pasar, hingga mengubah kreativitas menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Erlita pun meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara aktif. Ia mendorong peserta tidak sekadar hadir dan mendengarkan materi, tetapi juga berani bertanya, berdiskusi, mencoba, serta menggali pengalaman sebanyak-banyaknya dari para narasumber.
“Jangan hanya menjadi peserta yang hadir dan mendengarkan, tetapi manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, berdiskusi, mencoba, dan menggali pengalaman sebanyak-banyaknya dari narasumber,” katanya.
Targetkan Produk Batam Naik Kelas
Lebih jauh, Erlita berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan desainer muda dan pelaku usaha fashion dari Batam yang kreatif, inovatif, percaya diri, dan mampu menghasilkan produk berkualitas.
“Harapannya, produk yang dihasilkan tidak hanya diminati masyarakat Batam, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Dekranasda Kota Batam, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan UMKM dan industri kerajinan daerah agar semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing.
Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, pengemasan yang menarik, penguatan branding, hingga memperluas akses produk lokal Batam ke pasar yang lebih luas.
Kepada para peserta, Erlita berpesan agar tidak takut memiliki mimpi besar. Menurutnya, sebuah brand besar selalu berawal dari ide sederhana yang dikerjakan secara konsisten, kreatif, dan penuh ketekunan.
“Jangan takut bermimpi besar. Sebuah brand besar selalu berawal dari sebuah ide sederhana yang kemudian dikerjakan dengan konsisten, kreatif, dan penuh ketekunan,” pesannya.
Pelatihan Fashion Design Tahun 2026 kemudian resmi dibuka. Erlita berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi seluruh peserta sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam melahirkan talenta-talenta kreatif dan meningkatkan daya saing industri fashion di Kota Batam.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya para narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman.
“Terus berkarya, terus berinovasi, dan mari kita banggakan produk kreatif Kota Batam,” pungkasnya. (dam)



