BATAM (HK) – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat sinergi dengan Ombudsman Republik Indonesia (RI) guna mendorong pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, efektif, serta akuntabel.
Upaya tersebut mengemuka dalam kunjungan Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, ke Kantor Ombudsman RI di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ariastuty hadir bersama jajaran Direktorat Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (DIHAL) serta Biro Organisasi, Kinerja, dan Manajemen Risiko (OKMR). Rombongan BP Batam diterima langsung Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona, beserta jajaran di ruang rapat Ombudsman RI.
Dalam pertemuan tersebut, Rahmadi mengatakan Ombudsman terus memantau perkembangan berbagai persoalan di Batam melalui kondisi di lapangan.
Pemantauan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Ombudsman terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.
Di sisi lain, Ombudsman RI mengapresiasi sejumlah langkah pembenahan yang telah dilakukan BP Batam. Penertiban di sejumlah sektor dinilai sebagai langkah positif dalam memperbaiki tata kelola sekaligus memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat maupun dunia usaha.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal program pemerintah dalam lima tahun ke depan untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan semakin transparan, efektif, dan efisien,” ujar Rahmadi.
Menurutnya, penguatan tata kelola merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha.
Pelayanan publik yang semakin baik juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di Batam.
Rahmadi pun mendorong agar pertemuan tersebut tidak berhenti pada komunikasi antarlembaga, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret.
“Mari kita manfaatkan forum ini untuk menyusun rencana aksi konkret demi kemajuan Batam yang inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat serta dunia usaha di Indonesia, khususnya Kota Batam,” pungkasnya.
Sementara itu, Ariastuty Sirait menyambut positif semangat kolaborasi yang disampaikan Ombudsman RI.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BP Batam untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan Ombudsman.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi momentum bagi BP Batam untuk memperoleh masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat tata kelola kelembagaan.
“Kami ingin bersilaturahmi dengan harapan dapat berkolaborasi dan meminta masukan agar pelayanan publik di BP Batam semakin baik,” ujar Ariastuty.
Ia menegaskan, berbagai isu yang disampaikan Ombudsman merupakan hal penting yang perlu ditindaklanjuti melalui pembenahan berkelanjutan serta inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
BP Batam, kata Ariastuty, tidak memandang pengawasan dan masukan Ombudsman sebagai koreksi semata. Sebaliknya, hal tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Sinergi dengan Ombudsman RI merupakan bagian penting dari komitmen BP Batam untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin terbuka, responsif, dan berorientasi pada kepastian. Kami tidak melihat masukan dan pengawasan sebagai koreksi semata, tetapi sebagai energi untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya, masukan dari Ombudsman juga menjadi bahan penting bagi BP Batam untuk mengevaluasi kembali berbagai proses pelayanan dan tata kelola yang selama ini berjalan.
Ariastuty berharap kolaborasi kedua lembaga dapat menghasilkan langkah perbaikan yang memberikan dampak nyata, tidak hanya terhadap kualitas pelayanan, tetapi juga terhadap rasa aman, kepastian, dan kepercayaan masyarakat serta pelaku usaha.
“Kolaborasi kedua lembaga diharapkan dapat menghasilkan perbaikan yang tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan, namun mampu memberikan rasa aman, kepastian, dan kepercayaan bagi masyarakat maupun pelaku usaha serta memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi,” tutup Ariastuty. (r/dam)





