TANJUNGPINANG (HK) – Sebanyak 19 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang resmi dilepas untuk mengikuti Program Magang Mandiri Tahun 2026. Mereka akan menjalani pengalaman kerja langsung di berbagai perusahaan, instansi pemerintah, lembaga keuangan hingga industri perhotelan.
Pelepasan sekaligus pembekalan mahasiswa dilaksanakan di Kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang, Jumat (7/8).
Program tersebut diikuti 13 mahasiswa S1 Manajemen dan 6 mahasiswa S1 Akuntansi. Mereka akan ditempatkan pada 15 mitra yang berada di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan wilayah Kepulauan Riau.
Sejumlah mitra yang menjadi tempat mahasiswa melaksanakan magang di antaranya PT Bank Riau Kepri Syariah, PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Bank Syariah Indonesia (BSI), BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kepri, BP Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Bintan-Tanjungpinang serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepri.
Selain itu, mahasiswa juga ditempatkan di sejumlah industri perhotelan, seperti Alltrue Hotel Tanjungpinang, Nite n Day Hotel, The Residence Bintan serta Hotel Indigo dan Holiday Inn Resort Bintan Lagoi Beach.
Ketua Panitia sekaligus PIC Program Magang Mandiri dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja.
“Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di dunia kerja. Kompetensi akademik yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara nyata dalam lingkungan kerja profesional,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis sesuai bidang keilmuan. Mereka juga harus mampu membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, disiplin, etika profesi dan kemampuan menyelesaikan persoalan di tempat kerja.
Program Magang Mandiri 2026 akan berlangsung mulai 10 Agustus hingga 31 Desember 2026.
Selama menjalani magang, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing STIE Pembangunan Tanjungpinang dan instruktur dari masing-masing instansi mitra.
Mahasiswa juga diwajibkan menaati tata tertib dan budaya kerja yang berlaku di tempat magang, menjaga etika profesi, aktif berkomunikasi dengan dosen pembimbing serta menyusun laporan kegiatan dan laporan akhir.
Bawa Nama Almamater
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga mendapat pesan agar mampu menjaga nama baik almamater selama berada di lingkungan kerja.
Ketua Panitia mengingatkan mahasiswa bahwa selama magang mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga dan STIE Pembangunan Tanjungpinang.
“Jagalah integritas. Datang tepat waktu. Hormati pimpinan dan rekan kerja. Jangan pernah berhenti belajar. Berani bertanya tetapi tetap santun. Jadilah pribadi yang mampu memberikan solusi,” pesannya.
Ia menegaskan, keberhasilan mahasiswa selama menjalani magang tidak semata-mata diukur dari kemampuan teknis.
Sikap, tanggung jawab, komunikasi dan kedisiplinan justru menjadi bagian penting yang akan menentukan bagaimana mahasiswa dapat diterima dan dinilai di lingkungan profesional.
Program Magang Mandiri ini juga menjadi bagian dari upaya STIE Pembangunan Tanjungpinang mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) melalui penerapan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Bagi mahasiswa, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring profesional dan memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja.
Sementara bagi kampus, keterlibatan dengan berbagai mitra menjadi ruang untuk mendapatkan masukan dari dunia kerja sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum.
Pihak kampus berharap pengalaman selama hampir lima bulan tersebut dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk lebih siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami berharap melalui program ini lahir lulusan STIE Pembangunan Tanjungpinang yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga profesional, adaptif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” demikian disampaikan Dr. Ranti Utami, S.E., M.Si, Ak., CA selaku Ketua STIE Pembangunan. (eza)





