BINTAN (HK) –Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas PMD menyelenggarakan Workshop Pengelolaan dan Manajerial Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bintan Pearl Beach Resort, pada 29–30 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu mengelola usaha desa secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Workshop menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang tata kelola organisasi, manajemen, dan pengembangan ekonomi desa. Para narasumber terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Satriadi, S.AP., M.Sc., Assoc. Prof. M. Isa Alamsyahbana, S.E., M.Ak., Bambang Sambodo, S.E., M.Ak., serta Asrul, S.Sos. Sementara itu, kegiatan dibuka melalui opening remark oleh Assoc. Prof. Dr. Rachmad Chartady, S.E., M.Ak.
Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Rachmad Chartady, S.E., M.Ak. menegaskan bahwa BUMDes merupakan instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Namun, keberhasilan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal usaha, melainkan juga oleh kualitas tata kelola, kemampuan manajerial, serta inovasi dalam mengembangkan potensi desa.
“BUMDes harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk menciptakan usaha desa yang berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Assoc. Prof. Dr. Satriadi, S.AP., M.Sc., menjelaskan bahwa tantangan BUMDes saat ini bukan hanya pada aspek administrasi, tetapi juga kemampuan membaca peluang pasar, menyusun strategi bisnis, membangun kemitraan, hingga memanfaatkan teknologi digital.
Menurutnya, BUMDes perlu bertransformasi dari sekadar lembaga pengelola dana desa menjadi entitas bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Penguatan tata kelola yang baik (good governance), transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan usaha.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai tata kelola organisasi BUMDes, perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, penyusunan laporan keuangan, strategi pengembangan unit usaha, kepemimpinan organisasi, hingga optimalisasi potensi ekonomi lokal. Workshop juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan praktik penyusunan rencana pengembangan usaha desa.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola BUMDes yang adaptif terhadap perubahan, memiliki kompetensi manajerial yang baik, serta mampu mengembangkan potensi desa menjadi usaha yang produktif dan berdaya saing. Penguatan kapasitas pengelola BUMDes dinilai penting mengingat peran BUMDes sebagai instrumen peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi masyarakat desa. Hal ini juga sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendorong BUMDes yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, STIE Pembangunan Tanjungpinang menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dapat mempercepat terwujudnya BUMDes yang mandiri, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. (eza)




