BATAM (HK) — Duta Literasi Pendidikan Indonesia, Julia Hermalina, mengunjungi Sekolah Cipta Tunas Indonesia (CTI) Batam pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan pesan kuat kepada para siswa dan siswi tentang pentingnya literasi sebagai kunci menghadapi masa depan.
Di hadapan siswa, Julia menegaskan bahwa setiap anak memiliki mimpi besar yang dapat diraih melalui proses yang konsisten.
Dia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan dibangun dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.
“Jangan tunggu hebat untuk memulai, tapi mulailah agar menjadi hebat,” ujar Julia.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membaca dan belajar secara rutin memiliki peran besar dalam membentuk masa depan. Apa yang dilakukan hari ini, kata dia, akan menentukan kualitas diri di masa yang akan datang.
Julia juga menyoroti tantangan generasi saat ini yang tumbuh di tengah derasnya arus digital. Kemudahan akses informasi melalui gadget, dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan memahami dan mengolah informasi secara kritis.
“Informasi datang sangat cepat, tapi tidak semua anak mampu memaknainya dengan baik. Di sinilah literasi menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dikatakannya, rendahnya minat membaca serta kecenderungan pada hal-hal instan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis perlu terus dilatih melalui penguatan literasi sejak dini. “Waktu akan terus berjalan, tapi pilihan ada di tangan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil keputusan secara tepat.
Literasi, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam menguasai berbagai bidang ilmu dan bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman.
“Orang yang terus belajar akan selalu punya peluang untuk berhasil,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SDS CTI Batam, Sabrun Jamil, menegaskan komitmen sekolah dalam memperkuat program literasi guna mendukung prestasi siswa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Kami mendorong siswa agar mampu menghadapi derasnya arus informasi digital dan tidak mudah terpengaruh oleh opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia berharap, melalui penguatan literasi, siswa CTI Batam dapat menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan karakter yang kuat dalam menghadapi masa depan. (dam)

